Program Warung Tatali Asih Untuk Entaskan Kemiskinan

4

BISNIS BANDUNG – Program Warung Tatali Asih Bhabinkamtibmas merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mendukung perwujudan Program Sumedang Simpati di bidang pengentasan kemiskinan. Setiap pelaku usaha kecil diberi bantuan modal agar mampu meningkatkan penghasilan.

Hal tersebut terungkap setelah Polres Sumedang dan BAZNAS Kabupaten Sumedang  resmi menandatangani MoU untuk mewujudkan kerjasama dalam menyalurkan bantuan modal usaha kepada masyarakat kurang mampu, anak yatim dan, jompo agar mereka bisa mencukupi kebutuhan hidupnya secara mandiri.Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, program ini awalnya hanya membantu dua warung di wilayah Tanjungkerta . “Setelah dievaluasi, program ini ternyata berhasil,” ujar Hartoyo seraya menambahkan pola ini mendorong Polres Sumedang dan Baznas resmi teken MoU Program Warung Tatali Asih sebagai bentuk upaya mengentaskan kemiskinan.

“Program ini sebenarnya sudah digagas lama dengan Baznas, tujuannya untuk mengembangkan program Tatali Asih yang berhasil dilaksanakan di Kecamatan Tanjungkerta. Saat ini kita akan kembangkan di semua kecamatan di Kabupaten Sumedang,” ujar Hartoyo kepada wartawan, usai melakukan MoU Warung Tatali Asih di Kecamatan Cimalaka, Jumat (1/11/2019).

Adanya program Tatali Asih , sambung Hartoyo,  banyak dirasakan manfaatnya, selain dapat membantu orang tidak mampu, para pelaku yang mendapatkan bantuan program ini juga terlepas dari jeratan rentenir dan tidak mau pinjam ke rentenir lagi.

“Ini sebenarnya langkah ke 2 tahap ke 4 diterapkan di semua kecamatan di Kabupaten Sumedang. Harapannya dengan  banyaknya penerima program Tatali Asih , makin banyak manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,”tutur Hartoyo.

Sementara untuk jumlah penerima program Tatali Asih ini, lanjut Hartoyo, sudah mencapai jumlah 136 penerima dan hari ini ditambah 66 penerima manfaat lagi yang mendapatkan program Tatali Asih.

“Program ini akan evaluasi terus agar  berkesinambungan dan dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu,” tandasnya

Ditempat yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, Ali Badjri mengatakan, adanya program ini sejalan dengan peran dan fungsi Baznas Kabupaten Sumedang dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan penanggulangan masalah sosial, seperti  penyelenggaraan program Tata Asih yang digagas oleh Bhabinkamtibmas Kabupaten Sumedang untuk membantu masyarakat kurang mampu, anak yatim dan jompo.

“Tentu ini, perlu mendapat apresiasi dan dukungan khususnya dari pihak Baznas yang memiliki kepentingan dalam mewujudkan peningkatan taraf kehidupan masyarakat kurang mampu,” tutur Ali Badjri.

Program Warung Tatali Asih Bhabinkamtibmas, sambung Ali, merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mendukung perwujudan Program Sumedang Simpati di bidang pengentasan kemiskinan, dimana setiap pelaku usaha kecil diberi bantuan modal sehingga para pelaku usaha disamping mampu meningkatkan penghasilan, juga wajib menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk membantu kehidupan anak yatim dan jompo.

“Melalui program diharapkan masyarakat yang menerima manfaat akan mampu meningkatkan penghasilannya agar bisa hidup mandiri, sekaligus belajar untuk lebih berempatik pada sesama yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan sesama,” ucapnya.

Ali berharap program ini dapat menjadi stimulus bagi kita semua untuk terus peduli terhadap sesama yang belum berkecukupan, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang
kelaparan dan lain sebagainya. (E-010) ***