Sampai Kapan?

7

    BARU seminggu ini, Bandung diguyur hujan. Dampaknya, beberapa anak sungai meluap dan menimbulkan banjir cileuncang. Kota Banmdung dilintasi 46 anak sungai,  hampir semuanya sudah lama menderita sakit. Selain makin sempit terdesak perumahan liar dan pelebaran jalan, semua anak sungain itu dipenuhi sampah.

    Seperti dilaporkan Dinas PU Kota Bandung, produksi sampah di  Kota Bandung mencapai 1.600 ton perhari. Sedangkan yang terangkut dan dibuang ke TPA, sekitrar 1.200 ton.Sisanya menjadi sampah abadi di TPS, sebagian lagi tercecer ke jalan dan kebanyakan masuk anak sungai. Ceceran sampah yang berton-ton itu masih ditambah dengan sampah buangan rumah tangga yang ada di sepanjang sungai.Penderitaan anak sungai itu masih harus dilengkapi dengan masuknya sebagian limbah  pabrik dan pasar.

  Sebetulnya Pemkot tidak tinggal diam. Akhir Oktiober kemarin, melaksanakan program “Mapag Hujan”.  Dilaksanakan antara tanggal 9-31 Oktober. Pemkot mengerahkan ASN melakukan pengerukan sampah dan sedimen hampir di semua anak sungai dan selokan. Begitu pula berbagai lembaga dan perangkat kedaerahan, bergerak melawan sampah di aliran sungai. Hasilnya  hampir 4.000 ton sampah diangkat dari sungai.. Upaya lain,  Pemkot memasang jaring sampah di beberapa anak sungai. Jaring yang sudah terpasang ada 37 buah dan segera akan ditambah 23 jaring lagi.  Sampah yang tertangkap jaring sampai 1,85 ton perhari. Rata-rata selembar jaring dapat menangkap 500 ton sampah perhari. Akan tetapi, ada beberapa jarring yang rusak bahkan terbawa banjir akibat volume sampah terlalu banyak.

Namun upaya itu belum mampu menanggulangi banjir,  volume sampah yang masuk sungai terus bertambah. Sampah masih tetap menjadi penghambat aliran air di semua anak sungai. Hanya satu dan dua hari saja, Bandung diguyur hujan, banjir pun datang. Jadi, mau sampai kapan, ma salahsampah dan banjir menjadi beban Pemkot dan berakibat fatal bagi warga? Sulit diprediksi selama masalah Tempat Pembuangan Akhir Sam,pah  (TPA) belum terwujud, Kesadaran warga, tidak membuang sampah ke sungai, dan daya angkut armasda sa,pah beljum medai, masalah itu akan terus ada.

Kecenderungan masalah itu akan terus ada bahkan meningkat akibatj umlah penduduk Kota Bandung makin padat. Apalagi tanpa edukasi yang tidak henti-hentinya dilakukan Pemkot., sikap masyarakat  sulit berubah. Tentu saja tindakan yang lebih tegas terhadap warga yang melanggar aturan harus juga dilakukan. ***