COKLAT KITA NAPAK JAGAT PASUNDAN Sukses  Menghibur Warga Kota Subang

18

Bila kita simak suku bangsa Indonesia cukup  beranekaragam , sedikitnya terdapat  700 suku bangsa di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, yang dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia, bahkan sebagian pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Sebab itu, kita  harus menjaga keragaman kebudayaan di Indonesia, salah satunya seperti gelaran Coklat Kita Napak Jagat Pasundan yang  memasuki tahun ke-7 sejak pertama berguIir pada tahun 2013, masih sangat konsisten kepeduliannya terhadap salah satu budaya, yakni budaya Sunda. Terbukti, untuk menambah daya pikat, Coklat Kita Napak Jagat Pasundan 2019 yang telah dimulai sejak awal Mei lalu mengusung tema ” SADULUR SAGALUR”, kini hadir dengan konsep baru  yang Iebih dalam  menggali potensi seni budaya Sunda melalui paguron, sanggar seni maupun komunitas budaya yang dibentuk menjadi rangkaian acara gelaran.

Sajian musik kontemporer yang menggabungkan unsur etnik dan modern ini, akhirnya pada Sabtu 19 Oktober 2019 lalu di gelar dan merupakan titik kedua dari pagelaran NJP tahun ini yang bertempat di Alun-alun Kabupaten Subang yang menampilkan 8 talent terpilih dari 38 sanggar/paguron yang mewakili 4 kabupaten/kota di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten lndramayu.

Dedi Gumilar Mintaraga selaku perwakilan Coklat Kita Dso Kabupaten Subang mengatakan, terselenggaranya NJP ini tak lepas dari dukungan Pemkab Subang. Mereka mempersilahkan Alun alun digunakan untuk kegiatan seni budaya. “Respons Pemkab Subang sangat luar biasa, bapak Bupati mempersilahkan Alun-alun  dipakai. Apalagi  NJP konteksnya budaya. Ini sesuai dengan slogan Subang Jawara dimana dalamnya ada kegiatan kebudayaan,” ujar Dedi.

Sementara , Tries Pondang Simbolon dari Coklat Kita Rso Bandung, menambahkan , NJP 2019 ini telah berjalan di 13 kota dan untuk big eventnya di 3 kota, yaitu di Lembang Kab Bandung Barat, Subang dan puncaknya di lapangan MAKOREM 062 Garut. Dalam pagelaran NJP 2019 ini, kami ingin mengedepankan talent-talent lokal yang tampil bersama talent utama NJP seperti Kang Doel Sumbang, Kang Ega Robot dan Kang Jimbot ,  sehingga mereka mempunyai kebanggaan tersendiri untuk tampil di panggung yang begitu megah bersama talent-talent nasional dengan soundsystem yang menggelegar, ditambah tata lampu yang gemerlap.  Coklat Kita yang selalu konsisten dengan event NJP untuk melestarikan budaya Sunda yang sudah hampir punah.

Mang Saswi selaku Duta Talent Coklat Kita Napak Jagat Pasundan memberikan harapan semoga kegiatan seperti ini bisa berlangsung terus, bahwa ngamumule budaya itu tidak dari pihak sponsor saja, melainkan warga sendiri juga harus diingatkan untuk menjaga kebudayaan di daerahnya.

Gelaran di buka dengan beberapa penampilan, mulai padai siang dengan tampilan Lisung Perform dari talent sekaligus duta NJP Ega Robot & Sandrina IMB disamping beberapa booth-booth seru dan beberapa sambutan dari Pemkab Subang serta pemberian Social Investment oleh Coklat Kita. Selain itu , talent terpilih pun  satu persatu unjuk gigi dalam mengenalkan kesenian-kesenian yang ditampilkannya , seperti Tari Topeng Barong Sanggar Putra Jayabaya Kab. Cirebon, Tari Kreasi Widyani sanggar Kab. Subang, Tari Kreasi Sanggar Way Talatah Kab. Subang, Pusaka Garokgek Ethnic Colaboration Kab. Purwakarta bersama Kang Dodi Kiwari Calung NJP, Grup Singa Abruk Anu Uing Desa Tambakan Kab. Subang, Sanggar Seni Sinarwangi Pajajaran Kab.Subang, Maunglugay Neng Putri Kab. Purwakarta, Tari Ronggeng Ketuk Sanggar Sekar Wanakerti Kab. Indramayu yang tampil bersama talent NJP lainnya, antara lain, Ega Robot Ethnic Percussion, Jimbot and Friend, Sandrina  (IMB), dan DoeI Sumbang dengan bentuk kemasan pagelaran yang apik dan memukau ribuan masyarakat Subang yang membludak di lapangan Alun-alunnya.

Agus Masykur Rosadi selaku Wakil Bupati Subang, mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi digelarnya Napak Jagat Pasundan di Alun-alun Subang yang sekaligus sebagai ajang promosi kreativitas dan seni masyarakat Subang dan sekitarnya. Apalagi, para pelaku usaha mendapat tempat untuk menjajakan kuliner tradisional.

“Kami berterima kasih atas terselenggaranya acara ini di Alun alun Subang. Para seniman bisa melestarikan dan memperkenalkan kesenian ini kepada generasi muda,” kata Agus yang  turut menikmati pagelaran NJP hingga penghujung acara.

Sementara itu Ega Robot selaku Duta Talent Coklat Kita Napak Jagat Pasundan menambahkan, bahwa event ini memberikan sentuhan dan apresiasi yang sangat baik untuk masa depani para seniman.

“Yang kami rasakan sebagai pelaku seni bahwa bakti buktinya Coklat Kita ini butuh bukan hanya dorongan komersial atau material tapi yang paling utama adalah  butuh sentuhan bermanfaat panjang buat seniman dalam bentuk seperti ini,” tutur Ega .

Doel Sumbang menambahkan, NJP ini harus terus dipelihara, karena Jawa Barat memiliki kesenian begitu banyak. Pelaku kesenian juga membutuhkan tiga celah , yaitu kesempatan,  ruang gerak dan packaging atau kemasan.

“Dimata saya ,NJP ini memberikan ketiga-tiganya. NJP memberikan mereka kesempatan untuk tampil. Saya berfikir penikmat lagu-lagu budaya Sunda adalah kalangan dewasa dan tua tetapi, tapi kenyataannya yang tampil berada di barisan terdepan adalah  anak-anak muda , ini sangat membanggakan,’’ungkap Doel. (E- 009)***