Keindahan Situ Wulukut Danau Buatan Dalam Kawasan Hutan

57

Walukut lebih dikenal dengan sebutan Situ Wulukut , situ atau danau buatan yang dibuat oleh Pemkab Kuningan pada tahun  2005 pada  masa pemerintahan bupati  H. Aang Hamid S.  Situ dibuat untuk mengantisipasi  ketersedian air di Kabupaten Kuningan. Situ Wulukut  berlokasi di Desa Kertayuga, Kecamatan Nusaherang. Dari pusat kota, lokasinya hanya perlu waktu tempuh selama 25 menit . Sehingga tidak perlu waktu lama untuk bisa sampai di lokasi yang terpencil jauh dari rumah penduduk, karena berada dalam kawasan Perhutani.

Obyek wisata yang menawarkan keindahan pemandangan yang alami dan asri tersebut, sebelumnya dibuat bagi pengairan persawahan . Namun seiring berjalannya waktu, kini Situ Wulukut semakin dikenal dan banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Pengunjung  bisa menikmati berbagai sarana dan fasilitas yang sudah tersedia, seperti Perahu Selfie, Jembatan Selfie, Kantin, Flying Fox, Sepeda Air dan Camping Ground. Pengunjung dari berbagai daerah seperti Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka dan lainnya  banyak yang menikmati suasana dan keindahan Situ Wulukut. Kebanyakan mereka berkunjung setiap hari Sabtu, Minggu serta hari libur. Mayoritas pengunjung yang datang adalah kaum muda.

Rindangnya hutan pinus yang ada di sekelilingnya, kondisi air situ yang tenang, perbukitan yang tinggi menjulang serta pematang sawah yang menarik serta panorama alamya yang indah, dipastikan  dapat memanjakan mata pengunjung, apalagi bagi yang senang berselfi ria, tidak akan melewatkan setiap sudut keindahan yang dimiliki Situ Wulukut. Destinasi ini kini dikelola oleh Perhutani setempat,n tiket masukn Rp 2.000. Ditambah parkir sepeda motor Rp 2.000 , mobil Rp 5.000. Untuk Anda yang ingin menyewa perahu kayuh di destinasi ini tarifnya  Rp 10.000 dengan kapasitas untuk dua orang. Daya pikat utama Situ Wulukut ini adalah danau yang digadang-gadang mirip dengan Ranu Kumbolo.

Lokasi wisata di Kuningan ini dibuka  secara resmi pada awal Januari tahun 2018 . Pengelolanya adalah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kuningan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan Pemerintah Desa Kertayuga. Situ Wulukut sebut-sebut mirip dengan Ranu Kumbolo, danau gunung di kaki Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Jawa Timur.  Keindahan Ranu Kumbolo berhasil menarik  banyak pendaki  berdatangan. Nah, semoga Situ Walukut juga bisa banyak menarik banyak pengunjung seperti halnya Ranu Kumbolo. Lebih dari itu, Situ Walukut bisa mensejahterakan  sisi perekonomian masyarakat Kuningan.  (E-001) ***