Penjualan Ranmor Tahun 2019 di Jabar tidak Mencapai Target

14

BISNIS BANDUNG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat  terkena dampak dari koreksi target penjualan kendaraan bermotor yang telah diumumkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), demikian Kepala Bapenda Jabar Hening Widiatmoko dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di  Gedung Sate, Jumat (8/11/2019).

Hening mengatakan sebelumnya Gaikindo menargetkan penjualan kendaraan bermotor di tahun 2019 ini akan mencapai 1,1 juta unit kendaraan. Tapi sampai per tengahan Oktober jumlah kendaraan yang terjual baru 753 ribu unit, artinya masih tersisa 400 ribu unit lagi.

Bakal sulit  tercapai menjual sekira  400 ribu unit lebih kendaraan dalam waktu yang tersisa di tahun 2019,  maka Gaikindo  berupaya  mengkoreksi target penjualannya.

“Target penjualan yang masih bisa dikejar Gaikondo hanya 1 juta dari 1,1 juta yang ditargetkan,” kata dia.

Untuk itulah, agar target PAD senilai 20 triliun rupiah bisa didapat Bapenda Jabar per 10 November 2019 hingga 10 Desember 2019 menggulirkan program ‘double untung PKB 2019’.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar taat membayar pajak tepat pada waktunya.

“Ini kami tujukan untuk yang menunggak pajak dalam jangka waktu cukup panjang, lima tahun atau lebih. Dendanya dihilangkan, bahkan bayarnya dikurangi cukup empat tahun pokok pajak. Tahun kelima tidak perlu bayar karena kami bebaskan pokoknya,” kata dia.

Widi juga menjelaskan, program yang bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan 10 November tahun ini sebagai upaya membuat pengemplang pajak sadar bahwa membayar tepat waktu lebih baik. Karena tidak perlu dibayang-bayangi ketakutan dan bayar denda.

Namun sebelum diberikan amnesti dan diskon, Widi mengingatkan bahwa masyarakat tetap harus mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang berlaku lima tahun. Sehingga pengemplang pajak kendaraan bermotor dapat mengikuti program Double Untung.

“Ini diharapkan menjadi daya tarik bagi yang menunggak pajak cukup lama, yang berpikir tunggakannya sangat besar. Semoga ini bisa digunakan agar surat izin kendaraannya (STNK) bisa dihidupkan kembali,” ujar dia.

Widi berujar pada masa lalu, pahlawan adalah orang yang berjuang untuk kemerdekaan. Tapi kini, pahlawan adalah orang yang berbuat baik untuk negerinya, salah satunya adalah membayar PKB tepat waktu

Tawaran amnesti denda pajak dan diskon pajak dalam program Double Untung ini bisa didapatkan melalui semua pelayanan Bapenda Jawa Barat termasuk pembayaran Samsat J’Bret (Samsat Jawa Barat Ngabret) melalui aplikasi belanja online seperti Tokopedia dan Bukalapak, gerai minimarket Alfamart dan Indomaret, hingga di Bank bjb.

“Satu syarat, kalau STNK sudah mati, tetap datang untuk urus STNK ke depan. Jangan sampai (pajak) sudah dibayar, tapi tidak diurus karena (proses) belum lengkap, sekalian urus STNK,” ucapnya.(B-002)***