Manfaatkan BUMDes Desa Nagrak kenalkan Kampung Kolor

14

BISNIS BANDUNG – Banyak wanita dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Nagrak Kecamatan Buahdua, yang memiliki keahlian menjahit berbagai macam pakaian dan celana.Keahlian tersebut mereka kini manfaatkan dengan cara membuat produk pakaian. Pakaian yang dibuat berupa kolor, seragam sekolah, dan baju olahraga.

Produk produk hasil dari ibu ibu rumah tangga warga Desa Nagrak tersebut dikelola oleh BUMDes,yang diwadahi oleh Konveksi Barokah Jaya yang berlokasi di depan Kantor Desa Nagrak.
Pimpinan Konveksi Barokah Jaya, Yuyun Yulianingsih mengatakan, ada 32 orang warga Desa Nagrak ini yang memiliki keahlian menjahit di Desa Nagrak,dan sisanya atau pemula yang berminat akan diberukan pelatihan jahit menjahit.

“Awalnya kita dapat pelatihan dari Kementrian Sosial. Sekarang tiap RW ada penjahit. Tapi semunya belum bisa kami rekrut kesini (konveksi),” kata Yuyun saat ditemui awak media Senin (11/11/2019) di kantor Desa Nagrak (6/11/2019).

Dikatakan Yuyun, produk yang dibuat dan dijual adalah jenis kolor, seragam sekolah, dan baju olahraga.

“Konveksi ini sudah berjalan 2 setengah bulan,” ujarnya.

Saat ini,lanjutnya, konveksi tersebut baru memiliki 5 mesin jahit.
Ia mengatakan, meski baru berjalan kurang dari 3 bulan, namun sudah ada sekitar 20 sekolah yang memesan produk di konveksi tersebut.

“Alhamdulillah sudah ada 20 sekolah terutama SD di wilayah Sumedang yang sudah beli dan pesan produk kami,” ujarnya.

Yuyun sangat berharap ada investor yang melirik untuk membantu mengembangkan konveksi tersebut,karena memang yang dirasakan selama ini dari beberapa pengusaha seperti dirinya adalah kurangnya modal untuk memproduksi dan memasarkannya.

Ia juga berharap ada kerjasama dari pihak lain, agar bisa membantu mengembangkan konveksi tersebut kedepannya.

Dikatakan, selain di Buahdua, pemasaran produk tersebut masih di wilayah terdekat, seperti wilayah Kecamatan Tanjungkerta. Namun ada juga yang memesan dari wilayah Bekasi.

“Saya berharap ada investor yang melirik, agar semua yang punya keahlian menjahit bisa direkrut. Sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Melihat besarnya potensi tersebut,Pemkab Sumedang khususnya Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang datang kelokasi bersama beberapa pejabat Forkopimda Sumedang menetapkan Desa Nagrak sebagai Kampung Kolor,dilihat dari berbagai macam produksi yang kebanyakan berjenis pakaian dari bahan yang identik dengan pakaian berbahan katun,akhirnya Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memberinama “kqmpung kolor”.

“Kembangkan lagi bisnis rumahan seperti ini, kualitas, dan pasarnya,dan semoga secepatnya para investor datang dan siap bekerjasama”,ujar bupati.

Untuk lebih memotivasi dan membantu mengembangkan usaha tersebut, Bupati berjanji akan memberi bantuan berupa beberapa mesin jahit. Bupati berharap baik masyarakat Sumedang maupun SKPD memanfaatkan produk lokal yang ada di Sumedang.

“Kita juga akan bantu pemasarannya. Untuk sekolah-sekolah juga bisa memesan seragam atau kolor di kampung yang sekarang diberinama kampung kolor ini,” tuturnya. (E010)***