Bersertifikat Halal, UMKM Sektor Makanan dan Minuman Mendominasi

14

Bisnis Bandung(BB) –Kepala Humas dan Kelembagaan LPPOM MUI, Ivon Widiahtuti, S.TP mengemukakan, umumnya setiap tahun, pendaftaran sertifikasi halal produk selalu meningkat sekitar 20%. Namun di tahun ini (2019), jumlah pendaftaran sertifikasi halal produk yang diterima LPPOM MUI meningkat lebih dari 20%. Hal ini dikarenakan, efek implementasi UU Jaminan Produk Halal (JPH) nomor 33 tahun 2014, yang berisi mandatory sertifikat halal untuk produk yang beredar di Indonesia. Mandatory sertifikasi halal, akan dilaksanakan 17 Oktober 2019.

Ivon Widiahtuti, S.TP mengatakan, saat ini, perusahaan yang banyak mengajukan proses sertifikasi halal masih didominasi dari jenis makanan dan minuman. Tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat pelaku usaha yang enggan mengajukan proses sertifikasi halal. Terkait keengganan pelaku usaha sendiri dari segmen UMKM dapat disebabkan oleh banyak hal seperti masalah kurangnya pemahaman terhadap proses sertifikasi halal, biaya, dan lain-lain. Tidak jarang pelaku usaha umkm telah berpikir bahwa proses sertifikasi sulit padahal yang bersangkutan belum mencoba.

UMKM yang memiliki sertifikat halal saat ini masih didominasi oleh umkm pada sektor makanan dan minuman. UMKM terbanyak berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Dengan adanya sertifikat halal, UMKM akan lebih mudah menarik pasar muslim. Masyarakat muslim saat ini sudah sangat peduli dengan produk yang dikonsumsinya sehingga produk halal sangat diminati saat ini.

Dengan adanya Undang-Undang Jaminan Produk Halal nomor 33 tahun 2014 tentunya akan membuat masyarakat muslim semakin terlindungi dengan semakin banyaknya produk-produk halal. Namun dengan adanya kewajiban produk bersertifikat halal, sebaiknya juga diimbangi dengan ketersediaan informasi, pelatihan, pendampingan dan pembiayaan terkait proses sertifikasi halal khususnya bagi UMKM. Hal ini ditujukan agar produk-produk UMKM dapat semakin tumbuh dengan kewajiban sertifikasi halal ini. Pemerintah dalam hal ini diharapkan hadir untuk mendukung pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal ini.

LPPOM MUI telah mengadakan beberapa macam kegiatan sosialisasi dengan beberapa jenis seperti kunjungan civitas akademik, seminar-seminar, edukasi melalui media sosial, dan pelatihan. Selain itu LPPOM MUI pun memiliki program CSR untuk UMKM sebagai bentuk dukungan LPPOM MUI terhadap pelaksanaan UU JPH, pungkasnya kepada BB ( E-018)***