Kembangkan Ekonomi Digital, Dorong Pertumbuhan Unicorn

25

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mendorong majunya sektor manufaktur dan start up bertambang banyak. Selain itu untuk membuat Indonesia menjadi negara maju, Bambang menegaskan bahwa penguatan ekonomi digital juga perlu dikembangkan.

“Peran Kemenristek/BRIN salah satunya adalah mengembangkan ekonomi digital. Kami turut bertanggung jawab untuk menciptakan sebanyak mungkin start up baru dan memastikan kontinuitas dari start up tersebut”, ujar Bambang saat menghadiri Next Indonesian Unicorn Summit 2019 di Jimbaran, Bali, Jumat (15/11/2019).

Menteri Bambang menekankan pentingnya menciptakan technopreneur (pengusaha berbasis teknologi). Ia mendorong berbagai lapisan masyarakat untuk memperkuat riset, teknologi dan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan jumlah kewirausahaan di Indonesia.

“Kita harus menciptakan ‘entrepreneur’ berbasis teknologi, atau di kementerian kami menyebutnya ‘technopreneur’. Menciptakan ‘technopreneur’ sangat penting, meskipun resiko gagal akan selalu ada, tapi kita harus tetap mencoba. Atau kita (Indonesia) hanya akan menjadi ‘big market’ dan tertinggal dalam menjadi produsen produk-produk inovatif”, terangnya.

Menteri Bambang mengapresiasi pendiri dan penggiat start up dalam menciptakan lapangan kerja baru, karena dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini, akan banyak yang mengisi pekerjaan tersebut.

“Para pendiri dan penggiat start up merupakan pahlawan masa kini di era revolusi industri 4.0. Kalian akan menciptakan lapangan kerja baru, dimana dengan bonus demografi yang kita miliki akan banyak generasi millenial yang akan mengisi pekerjaan itu”, jelasnya.

Disisi lain Ketua Dewan Pembina NextICorn, Rudiantara mengatakan bahwa saat ini NextICorn telah menjadi yayasan independen, bersama dengan para pendiri dari berbagai perusahaan berskala global yang tergabung di dalamnya.

Dia mengatakan yayasan ini memiliki visi untuk menjadi motor penggerak inisiatif – inisiatif yang dapat memajukan sektor ekonomi baru di Indonesia, termasuk mendorong terciptanya unicorn baru. Hingga saat ini Indonesia memiliki 5 unicorn yaitu, OVO, Traveloka, Bukalapak, Tokopedia, dan Go-jek.

“Harapannya, melalui pertemuan pada summit ini dapat memicu terciptanya tiga unicorn baru di tahun depan. Sehingga dapat mendorong Indonesia untuk menjadi The New Economy Global Hub,” imbuhnya.

Selain berharap jumlah unicorn bertambah pada tahun depan, Ketua Yayasan NextICorn Daniel Tumiwa mengatakan melalui acara yang diselenggarakan hari ini juga merealisasikan minimal 1.500 pertemuan dari 4.800 permintaan yang sudah tercatat, antara 103 startup dan 169 investor selama 2 hari ke depan.

Dia mengatakan dengan banyaknya jumlah pertemuan yang terjalin, harapannya akan lebih meningkatkan kemungkinan terjadinya kesepakatan antara investor dengan perusahaan rintisan. Ia memprediksi ke depannya bahwa industri ‘healthtech, agritech, edutech, logistik, fintech dan e-sports’ akan menjadi fokus utama incaran investor yang mau berinvestasi di sektor startup Indonesia. (C-003/ahl)***