Kesiagaan Bencana Berdampak Besar pada Keselamatan

15

BISNIS BANDUNG –  Guna  meminimalisasi dampak  ketika terjadi bencana, masyarakat sudah semestinya  meningkatkan kesadaran  lebih mengenali potensi bencana. Oleh sebab itu sudah terjadi pergeseran   penanganan  kebencanaan dari  konsep kedaruratan menjadi kesiapsiagaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Jabar  Supriyatno mengungkapkan  hal itu pada acara Jabar Punya Informasi (Japri)  di Bandung,  Selasa (19/11).

Dia menyebutkan, bila  sebelumnya lebih berorientasi pada penanganan pasca bencana kini lebih  fokus terhadap pengenalan potensi bencana yang akan terjadi.

Penanganan kesiapsiagaan ini, berdampak signifikan terhadap keselamatan masyarakat. Pasalnya, warga yang mengetahui potensi bencana dan cara penyelamatannya, memiliki peluang selamat lebih besar, yakni 35 persen, dibanding mereka yang sama sekali tidak mengenalinya.

“Yang tahu kebencanaan itu bisa menyumbangkan 35 persen keselamatan untuk diri sendiri. Jika ada keluarga lainnya yang tahu, nambah 32 persen,” sahutnya.

Dengan begitu, lanjut Supriyetno,  jika seluruh warga mengenali potensi kebencanaan dan cara penyelamatannya memiliki peluang selamat 95 persen. Dia mencontohkan, di Jepang kerap terjadi gempa, namun tidak menimbulkan banyak korban jiwa.

“Korbannya lebih sedikit, beda dengan Cile (saat gempa terjadi),” ungkapnya.

Di sisi lain,   BPBD Jabar telah melakukan sosialisasi kepada 1.500 orang warga. Mereka pun direkrut untuk menjadi relawan agar mampu menyebarluaskan potensi dan cara penyelamatan ketika bencana terjadinya. Nantinya, sambung dia, mereka pun akan diperbantukan ke lokasi terjadinya bencana.

“Edukasi, sosialisasi, simulasi. Kita bina selama empat hari untuk membantu masyarakat di lokasi-lokasi terdampak bencana,” bebernya.

Dirinya mengemukakan, pada Januari-Oktober 2019 telah terjadi 1.486 bencana. Mayoritas terkait tanah bergerak (470 kali), dan kebakaran rumah dan lahan (320).

Dirinya menyebut, tahun ini tersisa anggaran Rp1,2 miliar untuk bantuan langsung ke masyarakat. Tanpa menyebut angka pasti, dia memastikan tahun depan jumlahnya akan meningkat hingga empat kali lipat.

“Tahun 2020 meningkat hampir empat kali dari tahun ini. Pak Gubernur ingin masyarakat yang terdampak segera teratasi,” katanya. (B-002)***