Pabrikan Mobil Jepang Berencana Menambah Investasi di Indonesia

7

Sejumlah pelaku industri besar di Jepang dikabarkan akan melakukan investasi besar-besaran di Indonesia , mencapai nilai Rp 40 triliun hingga tahun 2023. Komitmen investasi ini menjadi kabar baik yang diharapkan dapat terealisasi dengan cepat.

Terkait hal ini Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan one on one meeting secara maraton dengan sejumlah perusahaan otomotif asal Jepang. Hal ini seiring dengan implementasi peta jalan making Indonesia 4.0 yang memprioritaskan pengembangan industri otomotif di dalam negeri agar lebih berdaya saing global.

“Kami mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp 28,3 triliun. Termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu dan Hino,” ungkapnya. Investasi ini akan direalisasikan dalam periode lima tahun, antara tahun 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

Di samping itu, Honda juga akan merealisasikan investasinya sebesar Rp5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia. “Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia,” papar Menperin.

Agus menjelaskan, pihaknya mengajak para investor tersebut agar bisa membawa atau membangun pusat R&D-nya di Indonesia. “Kami jelaskan ada regulasi PP No 45/2019 yang memberikan fasilitas super deduction tax. Jadi, industri yang bangun R&D akan dapat super deduction tax sebesar 300%,” ujarnya.

Menperin mengharapkan kepada Krakatau Nippon Steel Sumikin (Nippon Steel Group) untuk terus meningkatkan porsi baja canai gulung dingin lokal, agar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sektor otomotif meningkat sekaligus bisa menekan impor.

“Misi kami bertemu dengan Nippon Steel agar Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) bisa meningkatkan porsi baja canai gulung dingin atau CRC (cold rolled coil),” tutur Agus seraya menambahkan hal itu sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk mencari substitusi barang sejenis yang diimpor dari Jepang sebagai bahan baku sektor otomotif.

Sedangkan, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengungkapkan dalam pertemuan dengan Menperin Agus, Toyota Group memberikan update ekspor yang mencapai 200.000 unit pada tahun 2018. “Kami juga menyampaikan kembali kepada Pak Menteri mengenai komitmen Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun,” ucapnya menambahkan.

Pada kegiatan one on one meeting di Tokyo, Menperin Agus telah bertemu sejumlah industri otomotif asal Negeri Sakura, antara lain dengan direksi Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Toyota Group, Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, dan Honda Motor. (E-002)***