Ridwan Saputra Utama “Lihatlah Kebawah, Jangan Ke atas Terus”

18

Ridwan Saputra Utama, lahir pada tanggal 11 Oktober 1997 silam. Anak dari keluarga Alhasanul Bishry (52) ini adalah pemilik usaha konveksi “KaryaQu”. Produk fashionnya unik, karena memberikan edukasi bagi pelanggannya.

Ridwan Saputra memaparkan, usaha konveksinyadimulaidari tahun 2015. Ridwan mengaku,iasenang berjualan di sekolah, yang mana suatu hari akanmembuat kaos di salah satu toko di Bandung, namun akhirnya tidak dikerjakan. Di situlah awal timbulnya niat Ridwan untuk membuka jasa sablon satuan hingga merambat ke konveksi.

“Panjang ceritanya, tetapi intinya seperti itu. Idenya muncul ketika menonton tv, makanan saja bisa siap saji, kenapa pakaian tidak ? Modal awal 0 rupiah.  Saya mengumpulkan hasil kerja keras saya selama ini, ditabung, dan lambat laun dibelilah mesin.  Ditambah sumber dana lainnya yang berasaldari hasil lomba maupun beasiswa”, cerita Ridwan kepada BB di Bandung.

Menurut Ridwan Saputra Utama, usaha yang dijalaninyasaat ini, tidak berkaitan dengan latar belakang pendidikan ataupun latar belakang keluarganya. Ia mengaku, memilih usaha konveksi karena hobi digital, hingga membuat digital printing sendiri. Kemampuannya memproduksi/mendesain produk berasaldari teamnya serta relasi. Ide yang sudah ada dikembangkan menjadi ide yang sangat unik. Workshop/tempat produksinya berada di dua tempat, yakni di Jalan Tembaga dan di Jalan Babakan Priangan.

“KaryaQu” dalam sebulan mampu memproduksi minimal 1000 pieces kaos. Bahan baku yang digunakan merupakanbahan lokal, karena ia ingin memajukan bangsa, khususnya para perajin, dan juga memajukan perekonomian Indonesia. Dalam sebulan, “KaryaQu” mampu menjual antara 1000-2000 pieces.  Untuk menjalankan produksinya, Ridwan Saputra mempekerjakakan 5 orang tenaga kerja, dan mereka masing-masingmemiliki keahlian khusus.

Segmen pasar dari produk “KaryaQu” tertuju pada mahasiswa serta instansi pemerintahan maupun swasta. Produknya dijual dengan harga mulai dari Rp 35 ribu. Saat ini, pemasarannya masih di tahap pasar lokal menuju expor. Omzet perbulannya rata-rata di kisaran Rp 10 Juta – Rp 25 juta. “Keunggulan produk kami jika dibandingkan dengan produk sejenis yang beredar dipasaran adalah, merupakan produk yang anti bakteri, murah dan berkualitas, tanpa baha-bahan campuran. Kami juga berupaya mengedukasi pelanggan. Persaingan pasarnya cukup banyak, tetapi segmennya berbeda,”ungkapRidwanSaputra.

Outlet/resselernya saat ini telah ada di kota kota besar di Indonesia, yaknisekitar 5-10 resseler/dropshipper grosir. Ia pun mengaku, merk dagang “KaryaQu” telah memiliki hak paten. Salah satu ciri khas produknya adalah,dari “packaging” yang berbeda dengan yang lain.

Penggemarwarnamerahinijugamengatakan, minatpasarterhadapproduknyacukupbanyak, danindikatornyabisadilihatdari Google My Bisnis.Menurut Ridwan, selama menekuni dunia usaha konveksi, banyak pengalaman positifdannegatif yang dijalani. Namun semuapengalaman tersebut berguna untuk melatih mental, sertamenjadilebihsabar dan tabah.

“Saya sudah 4 tahun menggeluti usaha ini, dan usaha ini positif serta menarik.  Orderan yang datang bukanhanya dari pejabat kantor serta lainnya, melainkan jugadariOffice Boy.  Di sinilah titik balik usaha saya berkembang. Agar produk tetap berdaya saing, saya selalumenambah inovasi dan selalu update, serta banyak bertukar pikiran sambil menimba ilmu,” ungkapnya.

Penganut motto hidup “Tidak Akan Ada Yang Berbuah Manis Tanpa Perjuangan dan Keringat” ini, terpilih menjadi wirausaha pemula di Jawa Barat. Selain sebagai pengusaha, pemilik “KaryaQu” ini juga memiliki profesi lain, yakni sebagai Asisten Dosen.

“Saya menjadiasistendosen, karenasayasenang mengajarkan apapun terhadap orang lain, terutama bisnis. Tentu saja saya lebih memilih profesi bisnis, dan untukmengajarsaya cukup meluangkan waktu minimal 2 hari dalam 1 minggu,”ucapRidwan

Ia jugamenilai perhatian/kepedulian pemerintah serta perbankan/swasta terhadap sektor usaha/wirausaha cukup baik, terbukti dengan adanya CSR. (E-018) ***