57.971 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

6

Bank Indonesia kantor perwakilan bersama Polda Jabar memusnahkan setidaknya lima puluh tujuh ribu 9 ratus 7 puluh satu lembar uang palsu, hasil temuan dari Bank Indonesia kantor perwakilan Jabar, Cirebon, dan Tasikmalaya. Pemusnahan dilakukan bersama pengadilan tinggi, Aspidium Kejati, dan OJK Jabar, di Gedung bi Jabar, Rabu Pagi.

Setidaknya lima puluh tujuh ribu sembilan ratus tujuh puluh satu lembar uang palsu pecahan seratus ribu, lima puluh ribu, dua puluh ribu, sepuluh ribu, lima ribu, dua ribu, dan seribu rupiah, dimusnahkan di gedung Bank Indonesia kantor Perwakilan Jabar, Rabu Pagi. Pemusnahan dilakukan secara simbolis oleh kepala kantor perwakilan BI, Wakapolda, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi, Aspidium Kejaksaan Tinggi, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jabar.

Menurut kepala perwakilan Bank Indonesia Jabar, Doni P Joewono, rasio uang palsu cenderung menurun, yaitu 2014 sebanyak 8 lembar, 2015 sebelas lembar, 2016 sepuluh lembar, 2017 9 lembar, 2018 8 lembar, dan 2019 7 lembar. Penurunan rasiona ini terutama disebabkan perbaikan kualitas unsur pengaman pada uang kertas yang diterbitkan pada desember 2016. Uang palsu yang dimusnahkan rabu pagi, merupakan hasil temuan Bank Indonesia kantor perwakilan Jabar sejumlah 10 ribu 658 lembar, Cirebon 41 ribu 9 ratus lembar, dan Tasikmalaya 5 ribu 413 lembar. doni menambahkan, peredaran uang palsu mengakibatkan harga barang naik, dan daya beli masyarakat turun.

Secara nasional, penemuan uang palsu tahun 2014 hingga oktober 2019 terbesar berada di pulau jawa, yaitu 84 koma 86 persen. Hal tersebut terjadi, karena sebagian besar aktivitas perekonomian berada di pulau Jawa, termasuk penggunaan uang tunai untuk bertransaksi. Sementara itu, penemuan uang palsu di Jabar mencapai 12 koma 17 persen dari Nasional.

Budi Hartati, Bandung Tv.