BPBD: “Terowongan Nanjung Reduksi 700 Hektar Luasan Banjir”

9

Memasuki musim hujan, bencana Hidrometeorologi mengancam Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jabar menyatakan, salah satu ancaman bencana yang dihadapi yaitu banjir. Untuk mengatasinya, tengah dibuat terowongan nanjung di Curug Jompong, yang dapat mereduksi minimal tujuh ratus hektar luasan lahan yang terkena banjir.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jabar, Supriyatno, menghadapi musim hujan, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pergerakan tanah mengancam Jawa Barat. Daerah yang rawan banjir terutama di baleendah dan sekitarnya, karena merupakan bantaran sungai terendah dari sepanjang gunung wayang sampai muara gembong. Ditambah lagi, tersendatnya aliran sungai Citarum, oleh keberadaan batu besar di Curug Jompong. Supriyatno menambahkan, dibuatnya terowongan nanjung di curug jompong mereduksi minimal tujuh ratus hektar luasan lahan yang terkena banjir.

Sementara itu, pergerakan tanah rawan terjadi di jabar selatan dan jabar tengah. untuk mengatasi berbagai bencana tersebut, bpbd jabar mengucurkan anggaran logistik sebesar satu koma dua milyar rupiah, dan bantuan dari BMPD senilai 4 koma 9 milyar rupiah yang langsung didistribusikan ke Kabupaten Kota.

Menurut Supriyatno, pada januari hingga oktober 2019, terjadi 468 bencana pergerakan tanah, 360an kebakaran hutan dan lahan, 330an kebakaran rumah, 268 putting beliung, dan 115 banjir.

Budi Hartati, Bandung Tv.