Kelompok Tani Mekarsari Sumedang Ekspor Mangga ke Rusia

37
Kelompok Tani Mekarsari Sumedang Ekspor Mangga ke Rusia

BISNIS BANDUNG – Keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk mengekspor mangga gedong gincu  asal  Sumedang akhirnya dapat terwujud. Jenis mangga gedong gincu dan harumanis diekspor ke Rusia.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi istri Hj. Susi Gantini melakukan Launching ekspor perdana mangga gedong gincu Kelompok Tani Mekarsari Dusun Bojong Terong Desa Palabuhan Kecamatan Ujungjaya, Minggu siang 24 November 2019.
Acara tersebut dihadiri Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bandung, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  Sumedang, Forkopimka Kecamatan  Ujungjaya dan lainnya.
Sekitar satu ton mangga gedong gincu dan harumanis yang sudah lolos seleksi,akan dikirim ke negara Rusia , Senin (25/11/2019). Bupati  mengatakan, dengan mengekspor mangga gedong gincu  ke Rusia , diharapkan negara lainnya mengikuti dan hasil pertanian asal Sumedang dapat mendunia.
“Ekspor ini merupakan sebuah peluang bagi Sumedang untuk terus meningkatkan produksinya. Tentunya ini menjadi jalan pembuka bagi keberlanjutan ekspor hasil pertania  ke luar negeri. Pemda  akan  konsen dalam memperhatikan kualitas buah gedong gincu dan harumanis ,” ujar Dony seraya menambahkan bahwa pihaknya mengapresiasi kelompok tani yang mengolah lahannya menjadi kebun mangga.
Saya berharap, lanjut Dony , kegiatannya terus ditingkatkan karena merupakan bagian dari sumber pendapatan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kabupaten Sumedang.
Bupati menyebutkan, sebenarnya 70% dari jumlah buah gedong gincu yang berada di pasaran berasal dari Kabupaten Sumedang, tapi sampai saat ini buah gedong gincu masih dikenal berasal dari luar Sumedang.
“Dengan adanya Lauching ekspor mangga gedong gincu , kami ingin mengenalkan bahwa mangga ini merupakan hasil dari Sumedang. Saya harap ke depan Sumedang memiliki Pasar Mangga khusus gedung gincu,” tutur Dony mengungkapkan harapannya. Dan ia  berjanji bahwa pihaknya akan selalu hadir untuk mensupport para petani mangga Sumedang dalam segi pemasaran.
Dikemukakannya , pihaknya akan terus berupaya membantu di antaranya dengan membuat Packing House,  sehingga suplainya di Sumedang dan mengirimkannya juga dari Sumedang pula. Selain menerapkan teknologi ‘Smart  Farming’ dan membuat kawasan agrowisata khusus Mangga Gedong Gincu.
“Ke depannya metode ‘Smart Farming’ akan kita terapkan untuk meningkatkan produksinya. Kita juga  berencana membuat tempat khusus agro wisata Gedong Gincu dimana wisatawan dapat melihat proses penanaman dan pengolahan Mangga Gincu secara langsung, sampai memanen langsung dari pohonnya,” kata Bupati.
Sedangkan  Ketua Kelompok Tani Mangga Gedong Gincu Mekarsari, Dede Supria menjelaskan, saat ini luas lahan mangga gedong gincu dan harumanis di Desa Palabuan sekitar 30 hektar yang dipanen dua kali dalam setahun.
“Mangga dari lahan seluas 30 hektar dipasarkan ke Majalengka, Jakarta dan Bandung. Panen mangga gedong gincu dalam dua kali dalam setahun , yakni panen raya dan panen di luar musim,” ujar Dede.
Dede mengharapkan, agar Pemerintah Daerah Kabuoaten Sumedang menjalin komunikasi yang intens dengan  kelompok tani mangga gedong gincu yang tidak hanya ada di Desa Palabuan Ujungjaya tetapi juga di wilayah Kecamatan Tomo dan Jatigede.
“Alhamdulilah Kabupaten Sumedang akhirnya bisa mengekspor mangga Rusia. Saya  berharap Pemerintah Daerah terus  memberikan pengarahan dan dukungan penuh terkait pemasaran,” ujar Dede.

Sementara itu, Kepala Desa Palabuan , Ade Taryum mengaku, pihaknya telah meminta warganya untuk menanam pohon mangga gedong gincu dan harumanis, tidak hanya di lahan perkebunan saja , tetapi juga di halaman rumah .
“Alhamdulilah masyarakat di Desa Palabuan , kini hampir setiap rumah warga yang jumlahnya kurang lebih 650 rumah memiliki pohon tersebut,  minimal satu rumah memiliki satu pohon di halaman rumahnya,” tutur Ade.
Dikatakan Ade , sejak Tahun 1990 warganya sudah mengenal cara meningkatkan kualitas serta pemasaran gedong gincu  dan sejak itu , warga desa sudah mampu mengurus sendiri cara mempertahankan kualitas mangga sampai ke tingkat pemasaran.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan sertifikat ‘Phyto Sanitary’ dari Badan Karantina Pertanian kepada Bupati Sumedang yang kemudian  akan diserahkan kepada eksportir .(E- 010)***