Tebing Gunung Leutik Sumedang Area Pemanjatan Unik Setinggi 20 Meter

26
Tebing Gunung Leutik Sumedang Area Pemanjatan Unik Setinggi 20 Meter

Wilayah Sumedang memiliki beberapa tebing potensial untuk aktivitas panjat tebing alam, salah satunya tebing Gunung Leutik. Secara administratif lokasinya berada di wilayah Kampung Cikareo Hilir, Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado,Kabupaten Sumedang. Aksebilitas menuju lokasi cukup bagus, bisa ditempuh melalui dari Kota Sumedang atau dari Malangbong Garut.

Menuju Tebing Gunung Leutik, bila menggunakan kendaraan pribadi roda empat kita harus menitipkan kendaraan di rumah penduduk sekitar, karena akses menuju tebing hanya bisa dicapai dengan sepeda motor. Secara topografi Tebing Gunung Leutik memiliki ketinggian 20 meter dengan jenis batuan andesit.

Keberadaan tebing ini baru dikenal beberapa tahun, tidak mengherankan jika aktivitas para pemanjat tebing cukup ramai . Walau panjat tebing merupakan aktivitas yang memerlukan banyak faktor yang harus diperhatikan,  diantaranya alat – alat khusus,pelaku panjat tebing yang sudah menguasai keterampilan memanjat di alam dan menguasi alat pendukungnya.Komunitas Panjat Tebing Merah Putih melihat tebing potensial ini sebelum melakukan aktivitas pemanjatan  terlebih dahulu melakukan proses perizinan kepada pemerintah desa setempat. Karakter tebing yang unik ini merupakan lokasi banyak dicari oleh para penikmat panjat tebing alam.Gunung Leutik memberikan itu kepada para pemanjat,di tebing tersebut kita bisa melihat beberapa jalur yang telah  dibuat.

Aktivitas panjat tebing alam merupakan aktivitas penuh resiko,oleh karena itu para pemanjat pemula harus didampingi oleh instruktur panjat tebing dengan sertifikasi khusus bila melakukan aktivitas pemanjatan.Berdasarkan hal inilah di gagas sekolah panjat tebing merah putih di kawasan ini pada tanggal 22 November hingga 24 November 2019.Para peserta berasal dari berbagai daerah terutama para pemula panjat tebing,sedangkan instruktur berasal dari Indonesia climbing expedition relawan vertical rescue serta para alumni sekolah panjat tebing merah putih.Materi materi yang diberikan kepadai para peserta merupakan materi dasar dalam kegiatan panjat tebing, antara lain penambatan,simpul tali,multi pitch system,ascending dan descending,top rope dan aid climbing.

Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok,masing masing kelompok mempelajari materi materi .Setiap instruktur memberikan materi dengan langsung melakukan praktek.Hal inilah yang membuat metode sekolah panjat tebing merah putih cukup banyak diminati.Dalam beberapa hari mengikuti sekolah rata rata tiap peserta sudah mampu menyerap materi dasar pemanjatan tebing.Hal ini bukan isapan jempol belaka karena diseluruh Indonesia ada sekitar 18 ribu alumni sekolah panjat tebing merah putih.Pada hari terakhir sekolah instruktur memberikan demo aid climbing,para peserta sangat antusias menyimak demo tersebut.Selain itu diberikan pula pengenalan vertical rescue evacuation bagi para peserta.

Kegiatan penutupan sekolah dihadiri kepala sekolah panjat tebing merah putih Tedi ixdiana,seklaigus memberikan sertifikat bagi para peserta  kegiatan sekolah panjat tebing merah putih angkatan 157. (E-001) ***