Pagelaran COKLAT KITA NAPAK JAGAT PASUNDAN Di Kota Garut Ribuan Warga Kota Dodol Tumplek Di Lapang Makorem 062

7
Pagelaran COKLAT KITA NAPAK JAGAT PASUNDAN Di Kota Garut Ribuan Warga Kota Dodol Tumplek Di Lapang Makorem 062

Garut, selain dikenal dengan oleh-oleh yang khasnya,  yakni dodol, burayot, kerupuk kulit, selain  beragam kesenian serta beberapa destinasi wisata . Setelah gelaran Coklat Kita Napak Jagat Pasundan, meramaikan Kota Subang, kali ini sajian musik kontemporer yang menggabungkan unsur etnik melalui paguron/ sanggar seni, atau komunitas budaya yang dibentuk menjadi rangkaian gelaran Coklat Kita Napak Jagat Pasundan ,  akhir Oktober lalu ”menggebrak” Kota Garut, g bertempat di Lapang MAKOREM 062, Tarumanagara sebagai titik ketiga di tahun ini dengan menampilkan 8 Talent terpilih dari 42 sanggar dan paguron, antara lain, Calung Moncal, Ismaya Production, Sanggar seni Sunda Rancage  Celentung Selaawi, Saung Seni Raksaguna, Pondok Olah Seni Sari Kota Inten, Sanggar Mayang Binangkit, Eok dan Gondang Sanggar Ligar Munggaran serta Rampak Kendang Kendangers.

Yoga selaku Pihak EO 6 Communication berucap Alhamdulillah untuk konsep NJP 2019 ini  luar biasa . Sebab itu pihaknya ingin terus menggali dan mengangkat potensi sanggar di daerah. “Tapi banyaknya titik pergelaran itu bukan tujuan utama dari NJP, pergelaran itu hanya untuk mengapresiasi,” tambahnya.

Sementara itu, Tries Pondang Simbolon selaku Pihak Coklat Kita Rso Bandung menyebutkan, Garut menjadi tempat pergelaran NJP ketiga sekaligus penutup rangkaian acara tahun ini. Karena gelaran akhir rangkaian tahun ini , diakui Tries,  menjadi spesial, terlebih kehadiran di Coklat Kita di Garut, setelah kehadiran sebelumnya pada tahun 2015, kini kembali datang  membawa konsep baru dengan berupaya menggali potensi seni di daerah.

“Lebih spesialnya lagi kami tampilkan tarian buhun  dari Majalengka yang lama tidak pernah dipertunjukan. Jadi Program NJP sekarang ini merupakan salah satu bentuk Bakti Ku Bukti Coklat Kita terhadap sanggar dan komunitas budaya yang ada di Jawa Barat,” ungkap Tries.

Masih di tempat yang sama, Sandrina (IMB) selaku Talent Coklat Kita Napak Jagat Pasundan  menambahkan, sejak tahun lalu dirinya ikut acara Coklat Kita. Saya sangat senang sekali karena bisa mengangkat budaya Sunda. ”Selain menampilkan tari jaipong, ada juga yang dikolaborasikan dengan tari Bali dan Kalimantan,” kata Sandrina.

Dengan tata costume, sett up panggung, sound dan tata cahaya yang bagus, telah menambah keseruan yang menghibur ribuan masyarakat yang hadir, disamping menampilkan talent-talent paguron atau sanggar-sanggar dari lima kabupaten/kota , yaitu Garut, Sumedang, Majalengka, Tasik dan Pangandaran yang berkolaborasi dengan para talent Duta Napak Pasundan, seperti Ega Robot Etnic Percusion, Iman Jimbot N’ Friend, Sandrina (IMB), Calung NJP, Doddi Kiwari dan Doel Sumbang. Serta beberapa booth-booth seru, kaulinan Lembur, booth budaya, booth makanan, bermain lisung bersama warga masyarakat dan sambutan dari Coklat Kita.

Sementara itu, Aceng Hidayat selaku Perwakilan Sanggar Seni Sunda Rancage Kab. Majalengka dan Satya Santana Perwakilan Ismaya Production Kab. Sumedang, mengatakan, NJP bisa benar-benar menyentuh praktisi seni di daerah. Hadirnya Ega Robot dan Jimbot bisa mengangkat potensi kesenian di daerah.

Ega Robot selaku Duta Talent Coklat Kita Napak Jagat Pasundan mengatakan, yang paling membanggakan dalam pergelaran NJP sejak awal hingga sekarang  adalah berkolaborasi dengan para seniman daerah.

“Kami senang dan bangga dan akan terus berupaya  mengartiskan  seniman daerah,” katanya.

Begitu pun yang dikatakan Talent Coklat Kita Napak Jagat Pasundan , Iman Jimbot , bahwa di NJP ini sejak awal mengikuti tahapan-tahapannya , mulai dari Gunem Catur, Lembur Kuring, Kamonesan 1, Kamonesan 2, Hariring, sampai pergelarannya banyak rasa yang terjalin.  “Saya banyak merasakan adanya ikatan emosional dengan sangar-sanggar di daerah . Ini menunjukan Jabar kaya dengan budaya,” ungkapnya.  (E- 009) ***