Dugaan Korupsi Dana Reses DPRD Cimahi, 8 Pejabat PNS Diperiksa Kejari

79

Kejaksaan Negeri, Kejari, Kota Cimahi,  menyelidiki dugaan korupsi, berupa pemborosan dana reses di lingkungan legislatif, dengan kerugian mencapai 6 Milyar Rupiah. Dalam hal tersebut, sejumlah pejabat dari Lingkungan Sekretariat DPRD Kota Cimahi, mulai dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi.

Sejumlah pejabat sekretariat perwaklan rakyat daerah, DPRD, Kota Cimahi, terlihat berada di ruangan penyidik kejaksaan Negeri, Kejari, Kota Cimahi. Terdapat 8 Pejabat Setwan Dprd, yang dipanggil dan mulai menjalani pemeriksaan secara marathon, oleh penyidik. namun demikian pemeriksaan tersebut, berlangsung tertutup.

Sejumlah pejabat yang dipanggil diantaranya, Budi Raharja sebagai Sekwan Dprd Kota Cimahi, kemudian Yanuar Taufik, Lilik Kartiwa, Firman Gultom dan pejabat lainnya dengan posisi kepala bagian hingga kepala seksi. Pemanggilan itu dilakukan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, sehubungan dengan dugaan tindakan pidana korupsi, untuk pembayaran jasa non pns yakni terkait kegiatan reses anggota Dprd Kota Cimahi Tahun 2018.

Penyidik kejaksaan menyelidiki, dalam kasus reses tersebut, ada dugaan pemborosan anggaran hingga negara dirugikan, mencapai 6,7 Milyar Rupiah. Kasus tersebut terungkap kejari, setelah ada audit dari badan pengawas keuangan, terkait dana reses di lingkungan Dprd Kota Cimahi. Setelah berjalan hampir 11 bulan lamanya melakukan penyelidikan, Kejari Kota Cimahi memastikan ada kerugian negara mencapai 6,7 Milyar Rupiah dalam kasus reses tersebut.

Selain Setwan, pihak kejari memastikan akan memanggil seluruh Anggota Dprd Kota Cimahi, terkait kasus tersebut untuk menjalani pemeriksaan. Dari hasil audit badan pengawas keuangan, Bpk, ada dugaan aliran dana tidak wajar sebesar 80 Juta Rupiah, untuk setiap Anggota Dprd. Meski sudah dipaastikan ada kerugian negara sebesar 6,7 Milyar Rupiah, dalam hal ini, kejari Kota Cimahi belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, karena baru tahap pemeriksaan saksi.

  Algi Muhamad Gifari, Bandung Tv