Kenaikan Harga Komoditas Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru Tidak Mencolok

23

BISNIS BANDUNG — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pedagang Pasar Tradisional dan Warung (DPP Pesat), Usep Iskandar Wijaya menyebutkan, jelang hari raya Natal  dan Tahun Baru 2020, kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat  (kepokmas) tidak terlalu mencolok, meski ada beberapa komoditas  yang naik, namun tidak terlalu signifikan.

“Kenaikan komoditas pokok menjadi tren jelang Natal dan tahun baru. Harga sejumlah kepokmas sering melonjak, namun tahun ini masih cukup terkendali,  harga- harga masih rasional tidak seperti tahun tahun lalu,” ungkap Usep.

Dikatakan Usep Iskandar Wijaya, di antara  beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, antara lain , telor ayam, saat ini harganya dikisaran Rp 24.000/kg, sebelumnya  Rp 22.000. Daging ayam,  Rp 34.000 sebelumnya Rp 33.000. Kenaikan harganya masih wajar, biasanya lanjut Usep , harga  telor, daging ayam dan daging sapi yang  harganya melonjak menjelang momentum hari raya keagamaan dan tahun baru.

Menurutnya, selama ini beredar anggapan , ketika terjadi kenaikan harga, para pedagang meraup untung besar, padahal justru sebaliknya yakni merugi, alasannya karena pembelian cukup mahal. Jadi untuk penjualan, para pedagang menyesuaikan dengan harga pembelian.Tidak hanya pedagang, pembeli pun merugi, karena harus mengeluarkan anggaran lebih.

“Mengenai indikasi spekulan yang memanfaatkan momentum hari raya keagamaan dan tahun baru untuk meraup untung dengan menimbun komoditas, itu perlu pembuktian dan penyelidikan oleh yang berwenang . Kalau itu terjadi, jelas merugikan pedagang eceran dan konsumen, karena akan terjadi kelangkaan,  otomatis  harga akan naik itu, hukum dagang,  saya sangat geram kalau benar ada yang berbuat seperti itu,” ujar Usep , baru-baru ini.

Ketua Umum DPP Pesat ini  menegaskan, jika  terjadi kelangkaan komoditas tertentu terjadi, berarti ada indikasi pemain pemain besar yang sengaja melakukan, untuk  membuka celah atau melonggarkan impor pangan. “Saya harap kepada pemerintah,  dalam hal ini Satgas Pangan untuk mengawasi tata niaga pangan terutama menjelang hari i besar keagamaan dan momentum pergantian tahun, agar tidak memberi celah bagi mereka yang selalu mempermainkan harga”, pungkas Usep.  (E-018)***