Penerapan Ekonomi Hijau Perlu Disiapkan Kemenparekaf 

7

BISNIS BANDUNG  — Peningkatan Quality Tourism Experience  diusung menjadi satu langkah prioritas Kementerian Pariwisata ke depan. Di dalamnya termasuk mengembangkan pembangunan pariwisata berkelanjutan, peningkatan kepuasan pengalaman wisata, peningkatan SDM terampil, peningkatan diversifikasi produk dan jasa serta adopsi teknologi.

Anggota Komisi X, Hj.Ledia Hanifa Amaliah, S.Si,M.Psi.T, menyambut baik langkah tersebut seraya memberi satu masukan khusus terkait ekonomi hijau (green economy). “Tren industri dunia saat ini tengah mempopulerkan konsep  ekonomi hijau. Di mana suatu kegiatan industri tidak hanya memberi nilai ekonomi bagi negara melalui pertambahan devisa, tetapi sekaligus juga ramah lingkungan serta berkeadilan sosial. Tentu saja industri pariwisata pun tidak ketinggalan, bagaimana bisa memasarkan destinasi wisata yang tidak hanya indah secara fisik tetapi juga ramah lingkungan dan memberikan dampak kesejahteraan pada masyarakat sekitar,” ungkap Ledia.

Dikemukakan  Ledia, saat melakukan kunjungan dinas bersama pimpinan DPR ke Swiss dan Belgia pekan lalu, selain melakukan perbincangan bilateral terkait perdagangan antar negara, diskusi serius yang juga  terkait  pada persoalan peningkatan SDM khususnya  di bidang pariwisata

Dalam diskusi ini, sambung Ledia terungkap bahwa kecenderungan kebijakan wisata di dunia, kini mengarah pada pengembangan  destinasi wisata secara green economy . Sebab para wisatawan atau traveler masa kini, ketika mendatangi suatu destinasi tak sekedar ingin mendapatkan kepuasan pengalaman dari indahnya tempat atau bersejarahnya bangunan,  tetapi sekaligus juga menuntut kepastian keamanan, kenyamanan, kebersihan, serta lingkungan yang terjaga kelestariannya. Indonesia menurut Ledia , sudah memiliki modal dasar dalam hal kekayaan jumlah destinasi wisata yang sangat indah dan atau bersejarah. Peningkatan dan pemeliharaan sarana prasana juga terus dilakukan,  didukung dengan anggaran kementerian yang semakin meningkat. Namun  peningkatan SDM bidang pariwisata dan penerapan konsep ekonomi hijau ini yang nampaknya masih memerlukan kerja keras Pak Menteri dan jajarannya.

Dalam hal peningkatan mutu SDM,  Ledia mengingatkan agar setiap destinasi wisata  memiliki SDM yang memahami standar pelayanan minimal (SPM), green oriented  dan mampu menerapkannya dalam sistem tata kelola mereka.“Urusan sampah yang tidak terkelola baik, limbah plastik yang jumlahnya terus bertambah, ekosistem alam yang rusak di berbagai destinasi wisata menjadi catatan pedih untuk Indonesia.“ ujar Ledia ,  akhir pekan lalu kepada BB  di Bandung.

Karena itulah peningkatan SDM yang memahami SPM dan green oriented  menjadi mendesak. Termasuk  memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat sekitar agar mereka  mampu berderap seirama menjaga ekosistem wisata agar bisa membuka potensi ekonomi, tapi tetap terjaga kelestariannya.“Kalau masyarakatnya sudah sadar wisata, mereka akan turut membantu menjaga  kenyamanan destinasi wisata sekaligus akan mengingatkan pada para pengunjung yang serampangan. Hal ini tentu akan meringankan beban pengelola destinasi wisata dalam hal pemeliharaan  kenyamanan dan kelestariannya.  Sehingga  ke depannya kita berharap tidak ada lagi catatan bagi destinasi wisata kita terkait sampah kotor, tidak nyaman dan lingkungan  rusak,” tutur Ledia.

Soal standar minimal pelayanan destinasi wisata, disebutkan  Ledia,  bisa diwujudkan dengan tersedianya tempat sampah dan toilet yang berjumlah cukup dan mudah diakses, selain terjaga kebersihannya.  Begitu pula tersedianya  sarana ibadah yang mudah diakses, papan informasi yang jelas dan peraturan terkait lingkungan yang tegas.“Ini standar pelayanan minimal , artinya sudah seharusnya ada. Syukur bila kemudian secara bertahap ditambah dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti pemilahan dan pengolahan sampah, peminimalan penggunaan plastik di kawasan i wisata serta penggunaan bahan-bahan alam dalam sistem tata kelolanya. Tidak rumit  sebenarnya, tapi harus dimulai dari satu kemauan kuat untuk mewujudkan dan membiasakannya sebelum menjadi kesadaran dan kebudayaan bersama. “Saya berharap di bawah Menteri yang baru, hal ini bisa segera diwujudkan,” tambah Ledia.  (E-018)***