Anisa Penderita Disabilitas Bercita-cita Jadi Dokter Anak

44

BISNIS BANDUNG – Anisa Ragat Awal Akbari Wardini merupakan  siswa penderita disabilitas sejak lahir. Namun, hal itu tidak membuat Nisa, panggilan akrabnya, putus harapan. Dia tetap semangat belajar untuk menggapai cita citanya.

Meski dengan keterbatasan fisik yang dideritanya sejak lahir, tidak menjadikan Anisa Ragat Awal Akbari Wardini,  merasa rendah diri dalam pergaulan maupun melakukan aktifitas sehari- hari.

Anisa, bocah penyandang disabilitas yang tercatat sebagai siswi kelas 5 SDN Cidempet Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang itu justru semangat menjalani aktifitas belajar di sekolahnya. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan cita- cita dan harapannya ingin menjadi seorang dokter anak.

Dengan berjalan kaki dari rumah menuju sekolahnya di SDN Cidempet, Anisa tidak pernah mengeluh sedikitpun dengan kondisinya. Bahkan, Anisa justru bersemangat sekolah setiap hari. Meskipun, jarak tempuh dari rumah ke SDN Cidempet sekitar satu setengah kilometer.

Ketika proses belajar di sekolah dimulai, Anisa bisa mengikuti semua mata pelajaran yang diberikan  gurunya .

Teman- teman sekelas mengakui Anisa berbeda dengan yang lainnya. Seperti disampaikan Wali Kelasnya Rina Rohayati SPd.

“Teman – teman Anisa selalu berbuat sewajarnya pada Anisa. Tidak ada perlakuan yang aneh dalam bergaul meski Anisa mempunyai kekurangan,” ujar Rina usai mengajar  kepada BB, Senin siang (2/12/2019).

Dikatakan Rina, Anisa mempunyai cita – cita menjadi Dokter Anak. “Ia kini duduk di Kelas V SDN Cidempet,” tandas Rina.

Rina menjelaskan, tidak ada rasa minder dalam diri Anisa walaupun dengan kondisi cacat sejak lahir. Semangat dalam menjalani kehidupan sehari – harinya patut diapresiasi demi mengejar cita cita dan harapannya di masa depan.

Rina menuturkan, Anisa  selalu  ikut dalam berbagai kegiatan di sekolah. Seperti pramuka, olahraga dan lainnya.

“Bahkan, dalam kegiatan Jamran pun ia bersikeras untuk ikut. Namun, kami berusaha untuk meredam keinginan dia,” tuturnya.

Dikemukakan Rina, anak didiknya tersebut cukup berprestasi dalam mengikuti setiap pelajaran. Oleh karena itu, untuk menunjang aktifitasnya sehari- hari, Anisa berharap ada perhatian dari para donatur untuk memberikan sumbangsih berupa kaki palsu.

Sementara itu, Didin , sang kakek Anisa  mengakui, Anisa memang sudah cacat sejak lahir.

Anisa dibawa olehnya sejak lahir untuk tinggal bersama hingga sekarang meskipun kedua orang tuanya masih ada.

“Anisa saat ini lebih memilih tinggal bersama saya , meski terkadang sesekali menginap bersama orang tuanya saat hari libur,” ujar Didin menjelaskan mengenai sang cucu..

Dituturkan Didin saat ini ,  cucunya menuju sekolah , setiap hari berjalan kaki . Terkadang, dirinya juga selalu mengusahakan agar bisa mengantar Anisa ke sekolah sebelum dirinya berangkat menuju ketempat kerjanya di Kota Sumedang.”Kalau pulang sekolah , juga ia jalan kaki karena saya  bekerja,” tandasnya.

Didin merasa kagum dengan semangat belajar cucunya yang pantang menyerah. “Kami akan berusaha menyekolahkan Nisa semampu kami. Mudah mudahan cita- citanya bisa terwujud,” ungkap Didin. (E-010) ***