Pemuda Jabar Diterjunkan Ikuti Patriot Desa

8

BISNIS BANDUNG – Sebanyak 110 pemuda asal Jawa Barat diterjunkan  untuk mengabdi membangun ekonomi warga di 50 desa.  Melalui Program Patriot Desa,  mereka  yang rata-rata berusia 20-23 tahun tersebut  bertugas di berbagai perdesaan  mulai dari Desa Mekarjaya di Kab. Bogor hingga Desa Bangbayang di Kab.  Cirebon.

Salah satu misi yang diemban adalah menyokong pelaksanaan program One Village One Company (OVOC) guna merintis berdirinya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis potensi di desa-desa yang telah ditentukan tersebut.

Penglepasan 110 pemuda ini dilakukan di Aula Timur Gedung Sate, Kamis (28/11/2019) oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, para patriot desa tersebut akan menjadi perwakilan Pemprov  Jawa Barat untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, kehidupan sosial-budaya dan partisipasi hingga keswadayaan masyarakat desa.

Pemuda yang lolos seleksi dari ribuan pelamar ini telah menjalani proses karantina selama 45 hari untuk dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan.

Adapun secara teknis penugasan di desa, para patriot ini harus dapat melakukan pemetaan spasial, sektoral, dan perencanaan. Mereka pun akan membuat perencanaan pengembangan potensi berbasis masyarakat dan kearifan lokal serta menyiapkan kelompok dan lembaga usaha tingkat desa.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM Desa) Jabar, Dedi Supandi pada Jabar Punya Informasi (Japri),  pekan lalu  saat ini terdapat sebanyak 746 desa di Jabar yang belum memiliki perusahaan. Sehingga, para Patriot Desa ini diharapkan dapat menggali potensi desa yang ditinggalinya dan membangun hal tersebut.

“Walaupun hal itu bukan target akhir, karena setelah semua desa punya perusahaan, kita tetap harus gali potensi apa saja yang harus dikembangkan dari desa tersebut hingga perusahannya terus maju,” tuturnya.

Dedi mengatakan, ke-110 pemuda tersebut akan bekerja membangun desa tujuannya masing-masing selama 13 bulan hingga akhir 2020 mendatang. Mereka diharapkan dapat menjadi pemantik pergerakan program-program pembangunan desa yang telah dicanangkan Pemprov Jabar seperti digitalisasi layanan desa, OVOC, hingga gerakan membangun desa.

Salah satu peserta Patriot Desa asal Sukabumi, Asep Jaelani mengatakan motivasi dirinya mengikuti program tersebut adalah hasrat untuk membangun desa, tak terkecuali kampung halamannya.

“Desa adalah tanah kelahiran saya, sehingga saya merasa perlu banyak belajar dari desa dan mengembangkan desa,” katanya. (B-002)***