Pemberian Diskon Harga Produk Membeli Barang Kurang Dibutuhkan

15

BISNIS BANDUNG — Staff Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Diana Silvia M, S.H.  mengatakan, maraknya fenomena belanja online pada tanggal tertentu, seolah menjadi mantra yang menggiurkan konsumen untuk melakukan belanja barang yang sebetulnya kurang dibutuhkan, tetapi dengan penawaran diskon antara 20% sampai 70% telah membangkitkan belanja konsumen  meningkat.

“Kami dari YLKI apabila pemberian diskon tersebut sesuai dengan kualitas barangnya, dengan demikian tidak ada kerugian di kedua pelah pihak. Tapi jika barang yang dijual tidak sesuai dengan yang dipromokan bisa dikembalikan kepada penjual,” ungkap  Diana.

Diana  menyebut , penawaran diskon pada tanggal tertentu, bisa mendongkrak angka penjualan, karena pada saat tanggal tersebut pihak yang melakukan penjualan apalagi di online, berkesempatan melakukan promo sebagai bahan pengenalan toko maupun prodaknya terhadap konsumen. Jika dilihat dari keuntungan konsumen,  apakah barang yang di jual tersebut sesuai atau tidak. Jika barang yang dijual tidak sesuai dengan kualitas walaupun harganya murah tetap konsumen dirugikan, karena dalam hal belanja online bisa diartikan seperti “membeli kucing di dalam karung” konsumen sudah percaya kepada penjual, tetapi yang di terima konsumen tidak sebagus yang di iklankan, terlebih lagi jika barang tersebut sebelum di diskon harganya dinaikan terlebih dahulu agar penjual tidak terlalu rugi. Beda hal dengan barang yang dijual tidak melalui online, konsumen sangat di untungkan, mulai harga murah sampai kualitas bagus.

Menurut Diana, dalam hal diskon , memang ada plus minusnya bagi konsumen. Keuntungan konsumen dalam memanfaatkan diskon dapat menghemat pengeluaran. Konsumen dimanjakan dengan iming – iming diskon menjadikan konsumen kecanduan membeli barang – barang yang sebetulnya tidak dia perlukan , tetapi di karena ada diskon,  konsumen berfikir : “Mumpung lagi ada diskon , kapan lagi membeli barang tersebut yang harganya mahal”.

Perilaku belanja online ini sangat di senangi oleh masyarakat Indonesia, terutama pada kalangan milenial. Menurutnya, dalam hal ini, konsumen jangan terlalu konsumtif,  konsumen harus lebih mengedepankan asas berbelanja sesuai dengan kebutuhan, jangan karena berbelanja mudah dan pembayarannya mudah dan murah.

Dikemukakan Diana , saat ini banyak yang menjual produk yang bagus sesuai dengan yang di perjual belikan. Namun dalam kasus penjualan di tanggal – tanggal cantik, sering kali konsumen merasa dirugikan karena produk yang dijual nyaris kadaluarsa. “Persaingan penjualan  belanja online pada tanggal cantik/tertentu,  bisa di bilang  sangat wajar, karena diskon yang di berikan tidak akan jauh beda dengan toko-toko lainnya, perbedaannya sekitar 10 sampai 20% . Karena jika pelaku usaha memberi diskon besar , konsumen akan curiga apakah barang tersebut kadaluarsa.

Dikemukakan Diana,  biasanya kasus untuk kualitas barang tidak sesuai dan lama dalam hal pengiriman pasti aduan masuk ke  YLKI. Karena dalam hal ini,  terkadang konsumen kurang hati – hati dan tidak membaca terlebih dahulu spesifikasi dari barang tersebut. “Hampir semua produk yang di tawarkan memiliki nilai diskon masing-masing, tetapi yang paling banyak adalah kosmetik, baju, sepatu dan tas . Barang – barang tersebut memberi diskon sampai 70% . Untuk kosmetik, konsumen harus lebih berhati hati apakah kosmetik  kadaluarsa,”ungkap Diana.

Ditambahkan, perlindungan konsumen belanja online saat ini masih sangat rendah, dalam hal ini pemerintah harus segera mengesahkan rancangan peraturan pemerintah mengenai perdagangan online untuk melindungi transaksi yang menggunakan sistem tersebut . “ Sejauh ini konsumen melakukan belanja lewat online tidak ada perlindungannya, jadi pemerintah jangan sampai ketinggalan oleh teknologi , pungkas Diana baru-baru ini. (E-018)***