Konsep Dokter Keluarga di Balik Fitur GrabHealth

24

FITUR GrabHealth menerapkan sistem pelayanan kesehatan One Doctor for One Family atau satu dokter untuk satu keluarga. Konsep ‘dokter keluarga’ itu sejatinya membuat pelayanan lebih cepat, mudah, dan menyenangkan untuk mendapatkan perawatan, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Head of Medical Management Good Doctor Technology Indonesia dr. Adhiatma Gunawan mengatakan pihaknya ingin bisa menjamin semua penduduk mendapat pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata dengan menekankan penguatan pelayanan kesehatan dasar (primary health care).

“Good Doctor Technology Indonesia memiliki visi untuk menyediakan ‘Satu Dokter untuk Satu Keluarga (One Doctor for One Family)’ di Indonesia. Karenanya, kami bekerja sama dengan Grab, platform online to offline (O2O) yang memungkinkan kami dalam menyediakan akses ke dokter dan spesialis bagi seluruh keluarga,” ujar Adhiatma di Jakarta, Selasa (10/12).

Bahkan, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M. Faqih menegaskan sistem dokter keluarga atau one doctor to one family nyatanya bukanlah hal baru di Indonesia, dan sangat mungkin menerapkan konsep tersebut meski saat ini jumlah dokter masih terbatas.

“Bisa diterapkan [sistem dokter keluarga], jadi satu dokter itu mengampu beberapa orang. Sebenarnya sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) kan sudah menerapkan. Layanan primer seperti klinik atau dokter praktik mandiri memiliki [kuota] peserta, itu sebenarnya adalah konsep dokter keluarga, yakni satu dokter mengampu beberapa peserta,” ujar Daeng.

Dengan menerapkan konsep dokter keluarga, dokter diberikan tanggung jawab menangani sejumlah pasien. Dokter keluarga menangani pasien secara paripurna–artinya tidak hanya mengobati pasien sakit, melainkan mencegah agar pasiennya tidak sakit. Dokter keluarga akan menjadi pintu pertama penduduk mendapatkan layanan kesehatan.

“Dengan digital ini, konsep dokter keluarga akan sangat terbantu karena koneksinya lebih gampang. Jadi intimasi dokter dengan pasien akan lebih erat karena gampang sekali bertanya atau terhubung. Nah, jika di-setting berbasis pelayanan maka akan terdorong model layanan dokter keluarga. Sekali lagi, dokter keluarga itu bukan orang, melainkan sistem [pelayanan]-nya.”

Sementara itu, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan diluncurkannya GrabHealth powered by Good Doctor ini merupakan upaya untuk memberikan dan mendukung sistem pelayanan kesehatan yang baik.

“Kami berharap GrabHealth powered by Good Doctor dapat menjadi solusi yang layak untuk memperluas aksesibilitas layanan kesehatan berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dan komunitas yang kami layani di seluruh Indonesia,” ujar Ridzki. (C-003/Fef)***