4 Hal yang Miliarder Milenial Lakukan pada Uangnya

24

MILENIAL menjadi generasi yang paling menarik untuk ditelaah, terutama berkaitan dengan kebiasaan hidupnya. Meskipun milenial identik dengan generasi yang paling boros dan tidak pandai mengatur keuangan, namun ternyata ini tidak berlaku bagi beberapa miliarder yang berasal dari generasi milenial ini. Sebut saja Bryn Lennon.

Bahkan mereka kerap begitu bijak dalam mengatur keuangan. Tentu ini berdampak terhadap kekayaan mereka. Penasaran bagaimana cara miliarder milenial ini memakai uangnya?.

Simak ulasannya, seperti melansir laman Business Insider, ini dia 4 cara miliarder:

  1. Investasi

Meskipun berdasarkan studi sebagian besar milenial mengatakan takut untuk berinvestasi karena enggan mengambil risiko, kenyataannya ini tidak terjadi.

Mereka justru sangat berani untuk berinvestasi. Meskipun rasa takut menghantui, namun mereka yakin dengan berinvestasi bisa membuat uang tidak akan hilang dan habis. Karena uangnya akan terus berputar dan bahkan bertambah.

  1. Tak Banyak Bawa Uang Tunai

Para milenial kaya cenderung sedikit membawa uang tunai guna menghindari pemborosan tiap harinya. Namun tahukah Anda, ternyata para milenial kaya juga sedikit menabungkan uang mereka ke dalam akun bank.

Lantas kemanakah uang mereka pergi? Berdasarkan survei keuangan dari the Federal Reserve’s 2016, para milenial ini cenderung membiarkan uangnya berubah menjadi saham.

Dengan kata lain, mereka lebih memilih untuk membeli saham dan berinvestasi dibanding harus menaruh uangnya kedalam rekening bank sendiri.

  1. Manfaatkan Teknologi Atur Pengelolaan Keuangan

Berdasarkan sebuah studi, banyak milenial kaya lebih percaya teknologi seperti blockchain, untuk mengatur keuangannya dibanding harus berkonsultasi dengan seorang konsultan. Tidak hanya itu saja, mereka juga membiarkan teknologi untuk menentukan pergerakan saham mereka.

  1. Cenderung memiliki utang hipotek

Berbeda dari kebanyakan milenial yang cenderung memiliki banyak utang untuk dunia pendidikan, ternyata milenial kaya tidak. Mereka lebih memiliki hutang yang sedikit lebih banyak di hutang hipotek. (C-003)***