2.000 Pelaku Industri Kreatif Ditargetkan Kempenperin Lahir di Tahun 2020

18

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita sedang fokus pada industri kreatif di tanah air. Industri kreatif saat ini dianggap merupakan sektor strategis yang dinilai mampu memberikan kontribusi yang sinifikan terhadap perekonomian nasional. Keseriusan Menperin diwujudkan salah-satunya dengan adanya peran Balai Diklat Industri (BDI) di Denpasar, Bali. BDI akan fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri kreatif dengan spesialisasi animasi, kerajinan, dan barang seni.

Program-program peningkatan kualitas SDM sedang disusun oleh pemerintah sehingga diharapkan dapat melahirkan SDM yang terampil dan kreatif.

 “Jadi, kami terus menciptakan SDM industri yang terampil dan kreatif. Misalnya, kami bantu dengan kegiatan pelatihan desain dan penggunaan teknologi modern sehingga mereka lebih produktif dan inovatif,” kata menteri perindustrian dikutip dari siaran pers pada Kamis, (2/2).

Dengan adanya program peningkatan kualitas SDM yaitu Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja) di BDI Denpasar, Agus menargetkat akan ada 2.000 pelaku industri di tahun 2020. Mereka merupakan hasil lulusan pelatihan di bidang animasi, programming, desain grafis, game dan kerajinan.

Perusahaan rintisan atau startup dari berbagai sektor juga optimis bisa diciptakan melalui adanya BDI Denpasar.

 “Karena di sini sudah terbangun ekosistem inovasi. Jadi, ada terobosan ide yang luar biasa, seperti terciptanya jenis aplikasi yang membantu pelayanan kesehatan dengan mendatangkan dokter ke rumah untuk memeriksa pasien. Selain itu ada yang mendukung sektor pariwisata,” kata Menperin.

Peserta Diklat yang menampilkan produknya di BDI Denpasar mendapatkan apresiasi dari Menteri Perindustrian. Menurutnya, produk industri kreatif para peserta Diklat dapat menembus pasar ekspor.

“Contohnya produk fesyen, perhiasan dan kerajinan keramik. Para peserta Diklat ini bisa meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pendampigan desain agar lebih berdaya saing,” ucap Menpera.

Industri kreatif Indonesia mampu berkontribusi cukup signifikan terhadap PDB nasional, yang diproyeksi menembus Rp. 1.000 triliun sepanjang tahun 2018. Tiga subsector ang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif, yaitu industri kuliner sebesar 41,69%, disusul industri fesyen 18,15%, dan industri kriya 15,70%.

Bukan hanya kegiatan Diklat 3 in 1 yang dihadirkan BDI Denpasar, program kewirausahaan melalui incubator bisnis TOHPATI untuk bidang digital kreatif dan memiliki program BIKIN Makerspace untuk bidang kriya atau craft. Adajuga fasilitas Experience Centre Industri 4.0 yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan wawasan kepada para pelaku industri kreatif tentang penerapan industri 4.0.

Dengan adanya program dan kegiatan yang diselengarakan, BDI Denpasar ditunjuk sebagai Bali Creative Industry Centre (BCIC) dengan lima fungsi, yakni menjadi pusat inovasi dan kekayaan intelektual, pusat pendidikan dan pelatihan, pusat promosi dan pemasaran, pusat pengembangan industri software dan konten, serta pusat inkubasi bisnis.(Zean/KPRI)***