Baznas Ambil Bagian Ringankan Korban Bencana Banjir di Jabar

8

BISNIS BANDUNG –  Badan Ambil  Zakat  Nasional (Baznas)  Jawa Barat  ambil bagian dalam meringankan  korban musibah banjir dan tanah longsor  yang menimpa sejumlah daerah  awal  Januari 2020  dengan melakukan aksi kemanusiaan.  Bantuan  yang diberikan antara  lain mendirikan dapur umum, mengirim ambulans, mendistribusikan 5.800 nasi kotak dan 8.000 dus air mineral, menyalurkan perahu karet serta  menyediakan mobil layanan.
“Selama proses pembersihan pasca-bencana,  kami  menyiapkan perlengkapan bayi dan  mengirim sejumlah  relawan.  Dengan  kolaborasi dan elaborasi semua pihak, maka upaya penanganan  berjalan relatif cepat,” kata Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Jabar,  Tri Yanto  kepada wartawan  dalam Jabar Punya Informasi (Japri),  Jum’at (3/1/20) di  Gedung Sate  Bandung.
Beberapa OPD di lingkungan Pemprov Jabar  juga melakukan aksi kemanusiaan  di wilayah yang terkena  banjir dan longsor  di Kab.Bogor, Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab.Indramayu  dan Kab.Bandung Barat.

Kabid  Kedarurataan dan Logistik BPBD Jabar, Didi Adji Siddik mengatakan, pihaknya terus menyalurkan logistik.  Logistik tersebut didistribusikan kepada BPBD kota/kabupaten yang terdampak banjir. Beberapa di antaranya kepada wilayah yang mengalami banjir cukup parah, seperti Bekasi,  Bogor dan juga Karawang.

Dikatakannya, makanan siap saji  seperti mie  instan yang disediakan dengan masa kedaluarsa satu tahun. Ketika terjadi bencana, makanan itu  secepatnya dibagikan kepada yang membutuhkan. Diharapkan ketersediaan logistik untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Karawang, dapat tercukupi.

Sekretaris Dinsos Jabar Barnas Adjudin mengatakan, bahwa Dinsos Jabar sudah mengirim Taruna Siaga Bencana (Tagana)  ke enam daerah Jabar berstatus tanggap bencana banjir dan longsor, yakni Kab. Bandung Barat, Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kab. Karawang, Kab. Indramayu, dan Kota Bekasi.

Dinsos Jabar telah mendirikan dapur umum, mengirim perahu karet dan mobil tangki, serta menyalurkan kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti pakaian, susu bayi, dan telur. Bahkan Dinsos (Tagana) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengatasi permasalahan kesehatan.

“Jangkauan beberapa lokasi sangat berat. Tapi, ada sekira 6.900 relawan Tagana  yang siap memberikan bantuan dan terdepan saat terjadi bencana,” ucapnya.

Sedangkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menyediakan pelayanan kesehatan 24 jam di sejumlah Puskesmas dan mendirikan pos pelayanan terpadu di beberapa lokasi.

“Terdapat 3 pelayanan kesehatan di Kab. Bandung Barat. 42 pos pelayanan kesehatan dan satu pos pelayanan terpadu di Kota Bekasi. Untuk daerah Kab. Bekasi ada 44 pelayanan kesehatan di puskesmas dan 60 posko pelayanan kesehatan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar, drg  Juanita PF,MKM.

“50 Puskesmas di Kab. Karawang memberikan pelayanan kesehatan. Yang kami sediakan obat-obatan. Dan obat-obatan masih terpenuhi oleh kabupaten/kota. Di posko dan tiap Puskesmas ada 5 orang yang piket dan terdiri dari dokter, perawat dan  bidan,” imbuhnya.

Sementara itu Jabar Quick Response (JQR) melakukan sejumlah upaya penyelamatan dan penanganan bencana alam sebagaimana  disampaikan  Ketua Harian  JQR,  Hanief Mochammad telah menerima dan menindaklanjuti 62 aduan darurat rescue.  Selain itu,  menyelenggarakan tanggap bencana yang melibatkan 21 komunitas Mapala dan Pecinta Alam yang sudah berkoordinasi melakukan penyelamatan. (B-002)***