Karanglayung Sumedang Siapkan Desanya Jadi Kampung Kopiah

21

BISNIS BANDUNG – Dalam mendukung program Bupati Sumedang ‘One Village One Product’, Pemerintah Desa Karanglayung Kecamatan Conggeang berencana akan membentuk ‘Kampung Kopiah’.

Terbukti, saat ini Pemerintah Desa Karanglayung terus menggelar pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) berupa pelatihan menjahit kopiah kepada 16 warga mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Pelatihan tersebut sebenarnya sudah berjalan dan dilakukan selama 20 hari mulai dari 6 November hingga berakhir 28 November 2019 kemarin”, ujar Kepala Desa Karanglayung Bambang Imam Mahrom di kantornya,Senin (06/01/2020).

Dijelaskan, program TKM merupakan program Kementrian Tenaga Kerja melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan BLK Sumedang dan PT Iming Bandung. Rencananya, pemasaran Kampung Kopiah kedepannya akan dibantu oleh PT Iming dengan cara bermitra.

“Materi pelatihan pembuatan kopiah sendiri,mulai dari membuat pola kopiah dari bahan sampai jadi,” jelasnya.

Namun, kata Bambang, dalam pelaksanaan pelatihan menjahit ini terdapat beberapa kendala. Diantaranya, adanya beberapa peserta yang memulai pelatihan dari nol. Jadi belum pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

“Sangat diperlukan keuletan instruktur untuk ekstra melatih para ibu ibu agar lebih memahami dan menghasilkan produk yang bagus,” tandasnya.

Selain akan bermitra dengan PT Iming Bandung, kata dia, Pemdes Karanglayung juga akan melibatkan Bumdes dalam usaha Kampung Kopiah. “Terutama, di bidang pemasaran dan permodalan nantinya”, tandasnya.

Baca juga: Aksi 5.555 Penari Umbul Dalam Mendukung Program “Dari Masyarakat Sumedang Untuk Dunia” di Jatigede

Selain melakukan pelatihan menjahit kopiah, sebelumnya Pemerintah Desa Karanglayung juga melakukan pelatihan kuliner atau olahan produk khas daerah. Pelatihan kuliner sendiri dilaksanakan kepada 20 warga.
Pelatihan kuliner yang dilakukan yaitu pembuatan emping melinjo yang diolah dalam bentuk lain, yaitu berbentuk kue.
Disamping itu, kedepannya juga akan dilakukan pelatihan kuliner lainnya. Seperti, opak dan olahan kuliner ketan, raginang, lenring ataupun comring.

“Kuliner kuliner itu selain akan dipasarkan keluar daerah juga akan dipasok ke Desa Wisata Karanglayung apabila Bendungan Cipanas sudah jadi, sebagai oleh oleh bagi para pengunjung ke Bendungan Cipanas,” jelasnya.

Bambang berharap pelatihan pelatihan tersebut dapat meningkatkan taraf ekonomi warga. Selain itu, mampu mengentaskan kemiskinan dan menyerap tenaga kerja. (E-010)***