Pemprov Jabar Saluran Dana Tanggap Darurat Rp 7,5 M

9

BISNIS BANDUNG – Pemdaprov Jabar  mengucurkan dana tanggap darurat senilai Rp 7,5 miliar  kepada  enam kabupaten/kota yang terdampak bencana banjir dan longsor awal tahun 2020.

Dana tersebut untuk membantu penanggulangan bencana yang tengah dilakukan bupati dan wali kota masing-masing daerah terdampak. Disalurkan masing-masing pada Kota Bekasi Rp 2 miliar, Kab.Bogor Rp 1,5 miliar, Kab.Bekasi Rp 1 miliar, Kota Depom Rp 1 miliar, Kab.Karawang Rp 1 miliar dan Kab.Bandung Barat Rp 1 miliar.

Kepada wartawan di Gedung DPRD Jabar, Senin (6/1/20)  Gubernur Jabar, Ridwan Kamil  mengatakan dana tanggap darurat diturunkan di awal tahun ini merupakan yang pertama kali. Diharapkan dapat menguatkan dukungan bantuan bagi para korban.

Emil, sapaan akrabnya  mengatakan koordinasi antara Pemprov Jabar dengan pemerintah kabupaten dan kota  terus dijalankan terkait tanggap darurat pasca bencana banjir.

“Tentunya koordinasi terus kami jalankan dan pertengahan minggu ini kami rapat semua daerah terdampak. Jadi kami akan review solusi teknis di lokasi terkait ada bendungan di Karawang yang akan kami buat supaya mengurangi potensi banjir di Cibeet dan Cilamaya,” katanya.

Pemprov Jabar juga akan bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat proses pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi di Bogor.

“Jika ini berhasil minimal 30 persen pengendalian air sebelum ke arah utara itu bisa diatur sedemikian rupa. Walaupun tidak ada jaminan seratus persen karena kalau sudah cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi,” tutrnya.

Ia berharap bencana banjir di awal tahun 2020 bisa menjadi hikmah untuk seluruh warga Jabar dan jangan saling menyalahkan karena setiap orang punya kontribusi juga terhadap hal yang tengah dihadapi ini. (B-002)***