Melihat Penjara Alcatraz San Fransisco Tempat  Narapidana Kelas ”Hiu”

49

Saya dan Daniel , berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Los Anggeles.  Setiba di kota ini, kami menginap semalam  sebelum melanjutkan perjalanan ke San Fransisco dengan jarak tempuh kurang lebih 740 kilometer.  Selama perjalanan menuju San Fransisco , kami melintasi daerah pantai dan bukit  hutan pinus yang memiliki pemandangan indah. Saat melaju jalan yang berdampingan dengan pantai, terlihat puluhan anjing laut berada di hamparan pasir laut. Dalam perjalanan menuju San fransisco ,  kami  harus menghentikan laju kendaraan karena sekelompok beruang tengah menyeberang jalan raya. Memang  sebelum memasuki kawasan yang menjadi tempat melintas beruang  , terdapat rambu-rambu yang mengingatkan para pengendara  agar berhati-hati, karena jalanan sering dilewati sekelompok beruang. Kemudian tidak diperkenankan membunyikan klakson , karena beruang akan terkejut dan menyerang. Saya, ngeri melihat beruang yang besarnya hampir segede sapi. Bahkan ada salah satu beruang yang mendengus dan menyeringai  dalam posisi berdiri, tingginya kira-kira dua meter. Selain kelompok beruang, selain beruang  juga srigala yang satu kelompoknya antara lima sampai 10 ekor. Tapi melihat srigala yang melintas , tidak sengeri saat melihat kelompok beruang. Setelah kelompok beruang melintas jalan , kami berhenti untuk istirahat  yang kami lakukan  setiap sudah menempuh jarak  kurang lebih  300 kilometer. Dalm perjalanan dengan udara dingin (sekira 16 derajat celsius) serta terpaan angin kencang , kami banyak minum ditambah makan roti   . Setelah menempuh perjalanan selama 12 jam , kami tiba di San Fransisco sekitar pukul 20.00 waktu setempat . Di San Fransisco, kami tidur  di hotel  (kawasan) Golden Gate Area. Di daerah ini, kami sempat berwisata untuk melihat   penjara Al Caltras yang kesohor ke seluruh dunia, karena dijadikan penjara bagi narapidana kelas “hiu”  .

Perjalanan hari kedua, dari San Fransisco menuju Eugene sejauh kurang lebih 1000 kilometer. Laju kecepatan motor kami  antara 100 – 150 kilometer/jam dengan terpaan angin sangat kencang . Para pengendara  di daerah ini sangat tertib. Hingga kami  tidak riskan , karena misalnya ada ulah pengendera  yang membawa kendaraannya “guluang –galeong” mendahului dari kiri atau ulah  pengendara yang bisa mencelakakan  pengendara lain . Menuju Eugene , kami melintasi penggunungan  dengan lajur jalan naik turun. Tiba di Eugene sekitar pukul 21.00, setelah menempuk waktu selama 14 jam.

Baca juga: Baku Tembak Antar Gangster dan Penjara Al Catraz Menghentikan Perjalanan Kami

Di kota  kecil ini , kami menginap di rumah perkampungan penduduk yang biasa disewakan  seharga 97US$/malam atau  jika tidak kebagian  rumah (kamar) , bisa  menyewa tenda yang  disediakan penduduk setempat dengan tarif 16 US$ . Perjalanan masih berlanjut, dari Eugene  kami menuju Spokane (500 km) , kemudian menuju Kota Billings , daerah yang memiliki hutan lindung dengan suhu udara sekira 15 derajat celsius. Daerah ini banyak hidup ular berbisa . Pemerintah setempat banyak menempatkan papan pengumuman berisi himbauan , agar  pengendara tidak berhenti di sembarang tempat sekitar hutan lindung untuk menghindari patukan ular berbisa. Perjalanan menuju Billings yang wilayahnya tidak lebih besar dari Kota Cianjur paling melelahkan, walau jalannya lurus, tapi jarang SPBU. (Dudi Suhandi dari Billling AS)***