WALHI JABAR Desak Penghentian Alih Fungsi Lahan KBU

5

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jabar, melakukan aksi bentang spanduk, mendesak penghentian alih fungsi lahan Kawasan Bandung Utara (KBU) di punclut, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut dilakukan seiring, masifnya kerusakan kbu dari tahun ke tahun.

Aksi penggiat lingkungan bersama masyarakat tersebu, dilakukan sebagai ungkapan atas keprihatinan, karena kawasan serapan air  terus dieksploitasi sehingga bisa memicu bencana di wilayah sekitarnya. Pembangunan komersil serta industri pariwisata, menjadi penyumbang pengrusakan di kawasan Bandung Utara, yang kini mencapai 4 ribu lebih pelanggaran. Hal tersebut menjadikan KBU, mengalami krisis ekologis berkepanjangan.

Manager pendidikan dan kaderisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jabar Haerudin Inas mengatakan, aksi bentang spanduk bertuliskan ‘hentikan alih fungsi kawasan Bandung Utara’ disertai penananaman pohon bersama komunitas padumukan punclut tersebut,  didasari keprihatinan atas kerusakan KBU yang sampai saat ini masih masif terjadi. Bahkan, dari data WALHI Jabar dan BPN, hingga tahun 2018, terdapat 4.414 pelanggaran. Mirisnya, selain tidak memperhatikan kaidah lingkungan dan esensi dari KBU, industri-industri pariwisata pun mengenyampingkan keselamatan pengunjung melalui kamuflase keindahan objek wisatanya.

Risiko terbesar dari alih fungsi KBU, tambah Inas, sudah sering terasa oleh masyarakat yang berada di cekungan bandung. akibat hulu KBU terus dieksploitasi demi kepentingan segelintir orang, masyarakat bandung pun kerap dilanda masalah banjir yang dari tahun ke tahun selalu terjadi. Lebih jauh, keberadaan regulasi terkait cekungan bandung maupun kbu, belum ada dampak positifnya. Sebab, pembangunan sarana komersil maupun industri pariwisata, masih terus berlangsung hingga saat ini seperti yang terjadi di Kecamatan Lembang.

Algi Muhammad Ghifari, Bandung Tv.,