Dana Tanggap Darurat Banjir Dipertanyakan

10

BISNIS BANDUNG – Pemberiaan bantuan dana tanggap darurat dari Pemerintah Provinsi Jabar kepada Kabupaten dan kota   yang dilanda bencana banjir pada awal tahun 2020 dipertanyakan.

“Kami mempertanyakan pemberian biaya tidak terduga yang diberikan Pemprov Jabar untuk korban bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Bogor. Mengapa jumlahnya lebih kecil dibandingkan Kota Bekasi, padahal Kabupaten Bogor itu daerah terdampak bencana yang paling parah dan jumlah pengungsi yang banyak,” kata  Wakil Ketua DPRD Jabar, Achmad Ru’yat, di Bandung, Jumat.

Kota Bekasi diberikan bantuan Rp2 miliar (biaya tidak terduga untuk dana tanggap darurat bencana) dari Pemprov Jabar dan Kabupaten Bogor hanya diberikan Rp1,5 miliar.

“Padahal itu tadi bencana longsor di Kabupaten Bogor jauh lebih paling parah dibandingkan dengan lokasi bencana lainnya yang serempak saat itu terjadi pada awal tahun 2020,” kata dia.

Dia mengatakan selain menimbulkan kerugian material, bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor juga turut menimbulkan korban jiwa dan warga terdampak bencana banyak yang mengalami luka-luka.

Bahkan, lanjut Achmad, dampak bencana yang ditimbulkan di daerah tersebut membuat Presiden Joko Widodo langsung meninjau lokasi bencana ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Dewan Apresiasi Penanganan Banjir di Cimareme

“Sepengetahuan saya Pemprov Jabar tidak memberikan bantuan pinjaman alat berat untuk membuka akses jalan menuju beberapa daerah terdampak bencana yang terisolir akibat longsor dan banjir bandang itu,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya akan mempertanyakan langsung kepada Gubernur Jabar M Ridwan Kamil terkait minimnya jumlah bantuan dana bencana maupun soal lainnya seperti pinjaman alat berat untuk Kab Bogor. (B-002)***