Terpaku Laba Dari Produksi Radio Kayu

10

MESKI kini gawai banyak bermunculan seiring kemajuan teknologi, radio masih memiliki peminat yang cukup fanatik. Kehadiran radio antik dengan bahan dasar kayu makin meningkatkan fanatisme para pecinta radio di tanah air.

Helmi Suana Permanahadi, kreator radio kayu ini mengatakan, inspirasi muncul saat pulang ke kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat. Ia berniat mengembangkan kerajinan yang bisa membawa nama Cianjur meluas selain hasil bumi yaitu padi.

Faber Instrument Indonesia mulai dirintis Helmi mulai tahun 2018 silam. Memiliki belasan model radio vintage kayu, Helmi memberikan nama yang unik di tiap model yang dibuatnya, diantaranya model Pangrango, Cibodas, Cipanas, Gunung Padang, Cipendawa, Joglo, Puncak, Cianjur, Ciranjang, Cidaub dan Wijaya Kusuma.

“Ada model baru juga itu Hafidz buat anak-anak belajar murotal juga itu paket termasuk USB, ukuran kecil jadi bisa dibawa enteng,” jelas Helmi Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Faber Instrument Indonesia.

Faber Instrument kini punya lima karyawan dengan kapasitas produksi sehari mampu 3 hingga 4 unit radio kayu. Harga yang dibanderol untuk satu kerajinan radio kayu mulai dari Rp 850.000 – Rp 2,5 juta. “Kami ada galeri di dekat istana Presiden Cipanas dan ada di marketplace,” tambah Helmi.

Selain memiliki galeri dan pemasaran via marketplace jual beli online, Helmi juga membuka reseller Faber Instrument. Saat ini sudah ada dua orang reseller yang bergabung yaitu di Bandung dan Bekasi, Jawa Barat.

Selain menyiapkan produk siap pakai, Helmi juga membuka bagi pelanggan yang ingin memesan sesuai keinginan. Untuk tarif radio custom, Helmi menyebut tergantung tingkat kerumitan desain yang diminta.

Baca juga: 7 Aplikasi Pengusir Bosan Saat Liburan Akhir Tahun 2019

Adapun sebagai bahan baku, dia menggunakan kayu jati, jati belanda, pinus, dan sonokeling, tak jarang ada juga pesanan menggunakan bahan baku bambu.

Selain rambah pasar lokal, Faber Instrument juga sudah jajaki pasar mancanegara. Tahun 2019 lalu Helmi sudah mendapat pesanan dari negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura. Produk radio kayu Helmi biasa digunakan untuk hadiah perusahaan.

Sebulan Helmi menyebut rata-rata mampu menjual hingga 40 buah radio kayu vintage. Perihal omzet, dia juga menyebut baru memperoleh sekitar Rp 20 juta dalam sebulan. Angka tersebut diungkapkan meningkat sejak awal merintis usaha.

Kendala yang dirasakan Helmi ialah onderdil radio yang terbatas di toko, sehingga dia memutuskan untuk produksi sendiri. (C-003/BBS)***