Banjir Cekungan Bandung Tahun Ini Bisa Ditanggulangi

54

BISNIS BANDUNG– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil  mengumpulkan seluruh kepala daerah yang wilayahnya terdampak  banjir.

“Kami baru saja membicarakan banjir, yang terjadi di bulan Januari ini. Ada 9 kepala daerah Kabupaten Kota se Jabar yang mengalami banjir,” kata Basuki didampingi  Ridwan Kamil  di Gedung Sate, Kamis (16/1/2020).

Sembilan wilayah tersebut adalah, Kabupaten Bandung Barat,  Kota Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kota Depok.

Basuki mengklaim, banjir di wilayah hulu Citarum berhasil dikendalikan,  karena sudah beroperasinya Terowongan air Curug Jompong di Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Terowongan air tersebut, mampu mengurangi dampak banjir di sekitar Kabupaten Bandung.

“Soal banjir di Citarum, kita ingin sampaikan bahwa dengan hujan paling besar pada 17 Desember kemarin, nyaris tidak terdengar banjir yang berkepanjangan di Dayeuh Kolot. Karena adanya operasi terowongan curug jompong,” ujar Basuki.

Walau demikian, kata Basuki lagi, terowongan curug jompong saja belum cukup masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung.

“Kita sedang menyelesaikan codetan sungai Cisangkuy, untuk mengalirkan 80 persen alirannya ke hilir Dayeuh Kolot lalu masuk ke Citarum,” kata dia.

“Diharapkan April  nanti  selesai. Mudah-mudahan dayeuh kolot dan sekitarnya bisa ditarik airnya ke Cisangkuy sehingga bisa dikendalikan banjirnya,” ujar dia.

Basuki juga mengatakan, setelah menyelesaikan pekerjaan di wilayah hulu Citarum, pemerintah juga akan memfokuskan penanganan banjir di hilir Citarum. Sebab wilayah hilir yakni sekitar Karawang juga mengalami banjir.

“Saya ingin di 2020 ini banjir di cekungan Bandung bisa dikendalikan dengan lebih baik. Karena saya harus menfokuskan di daerah hilir. Daerah Karawang, Gembong, Cilamaya yang tahun ini juga terkena banjir besar,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan program penanganan banjir di tahun 2020 akan secepatnya dilakukan. Aksi penanganan dan pencegahan bencana banjir ini  sebagai bentuk ketanggapan Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. (B-002)***