Pengelolaan Limbah Botol Plastik Jadi Berkah Dan Asyik

27

PRODUSEN air minum tak mau disebut sebagai perusahaan penyumbang sampah plastik. Karena itu perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) sudah mulai mengolah limbah plastik dari botol plastik. Salah satunya adalah Danone Aqua.

Perusahaan ini telah menjalin kerjasama dengan PT Namasindo Plas sejak 2012 untuk mengolah kembali limbah botol plastik menjadi produk yang berguna bagi Danone Aqua yakni botol plastik yang sudah steril.

Untuk mengumpulkan limbah botol plastik, Namasindo Plas punya mitra kerja yang berfungsi sebagai pemasok limbah plastik tersebut yaitu Roy Pet yang berada di Cimahi, Jawa Barat. Roy Pet juga menjadi tempat pengepul botol plastik bekas dari 10 bandar besar dan 20.000 pemulung.

Ada dua jenis botol yang dikumpulkan Roy Pet. Yakni bales bottle (cacahan) yang didapat dari  Bandung dan Cimahi serta press bottle yang kebanyakan disetor langsung dari Tangerang, Depok, Subang, Purwakarta, Karawang, Sukabumi dan Cianjur Jawa Barat.

Jasmine, pemilik Roy Pet menjelaskan, tempat pengepulan sampah botol plastik yang ia miliki sudah beroperasi sejak 2000 dan mulai bekerja sama dengan PT Namasindo Plas sejak 2009.

Di tempat inilah pembuatan flakes atau cacahan botol bekas berlangsung. Prosesnya melewati beberapa tahap pembersihan dan pengecekan kualitas supaya bisa memenuhi kriteria yang ditentukan Namasindo Plus. “Produk recycle ini dibawa ke Namasindo,” katanya.

Proses tersebut meliputi meliputi penyortiran atau sortir botol bekas yang layak dan tidak layak. Misalnya botol yang belum terkontaminasi dengan bahan kimia seperti oli, sabun, rokok dan lainnya, serta yang bening atau masih belum terkontaminasi.

Setelah di sortir, botol yang bersih tersebut akan dimasukkan kedalam mesin penggiling supaya gampang.  Hasil dari penggilingan akan menjadi cacahan atau flakes yang hancur dan akan dikirim langsung ke Namasindo untuk menjalani berbagai proses pencucian. Dan hasil akhirnya berupa botol preform yang akan dikirim ke Aqua Danone.

Untuk bisa mengerjakan seluruh proses produksi, Jasmine dibantu oleh sekitar 150 karyawan. Tugas utama mereka adalah menyortir atau memilah botol bekas yang layak untuk digiling atau cacah. Dan dalam satu hari, pihaknya sanggup mencacah limbah botol plastik hingga 10 ton. Cacahan itu berasal dari 11 ton limbah botol plastik yang dikumpulkan pengepul.

Salah satu pekerja, Yuyun Ningsih dalam satu hari sanggup menyortir hingga satu kuintal botol bekas atau sekitar 100 kilogram. Upahnya Rp 300 per kilogram botol bekas.

Saat membeli air minum dalam kemasan dari Danone-Aqua, mungkin sebagian dari kita tidak sadar bahwa botol yang Anda genggam, terutama untuk produk Aqua Life, seluruh bahan bakunya berasal dari botol plastik daur ulang. Adapun perusahaan pembuat botol plastik daur ulang tersebut adalah perusahaan pembuat botol, PT Namasindo Plas.

Khusus untuk pembuatan botol plastik tersebut, perusahaan ini melakukannya di pabrik yang ada di Bandung. Selain Bandung, perusahaan ini juga mempunyai pabrik di Solo, Surabaya, Bali dan Manado.

Di pabrik tersebut, menurut Yanto Widodo, Direktur PT Namasindo Plas, memang dikhususkan untuk membuat botol plastik dari sampah botol plastik daur ulang  atau recycle polyethylene therepthalate (RPET). Di sinilah botol plastik hasil daur ulang untuk Danone Aqua dibuat.

Perusahaan tersebut tercatat sebagai produsen air minum dalam kemasan pertama yang menggunakan botol plastik dari 100% botol plastik daur ulang.  Seluruh bahan plastik dari botol tersebut juga bisa kembali didaur ulang.

Kemasan botol plastik daur ulang ini sudah dipasarkan di Jakarta dan Bali. Responnya diklaim cukup positif. Ini terlihat dari upaya pengumpulan limbah botol plastik di dua wilayah itu cukup baik.  “Edukasi mengumpulkan sampah botol plastik yang dipilah berjalan, sehingga memudahkan proses daur ulang, terutama di Roy Pet,” tuturnya.

Roy Pet sendiri adalah pemasok limbah plastik yang menjadi mitra bisnis Namasindo Plas yang berada di Cimahi, Jawa Barat. Tempat ini menjadi lokasi pengepul botol plastik bekas dari 10 bandar besar dan 20.000 pemulung.

Baca juga: Laba Unik Pengelolaan Limbah Botol Plastik

Dari kerjasama dengan Roy Pet tersebut, perusahaan ini bisa mendapatkan cacahan botol plastik (flakes) sebanyak 10 ton per harinya. Lantas bahan baku cacahan plastik tersebut akan melalui serangkaian proses produksi. Mulai dari pencucian, pemanasan flakes menjadi lem, hingga proses peniupan lem menjadi botol plastik setengah jadi atau preform.

Dari bahan baku tersebut, Namasindo sanggup memproduksi 22.000 botol preform per hari. Botol tersebut langsung dikirim ke pabrik Aqua Danone di Cianjur, Mekarsari, Jawa Barat, serta Padang, Sumatra Barat untuk dijadikan botol siap minum.

Ratih Anggraeni, Senior Sustainable Packaging Manager Danone Aqua menyatakan, Aqua akan memperbanyak varian botol yang menggunakan bahan dari botol daur ulang atau RPET. Harapannya adalah bisa mencapai 50% dari total varian produk Aqua Danone pada 2025. “Jadi tak hanya Aqua Life saja,” katanya. (C-003/BBS)***