Rem Mobil Macet Akibat Terjang Genangan Banjir

110

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Indonesia akan mencapai puncaknya pada periode Januari –  Februari 2020. Untuk itu, kita tentu perlu lebih waspada saat berkendara karena seperti yang sudah-sudah, hujan kerap menimbulkan genangan banjir yang bisa membahayakan mobil jika diterobos.

Menerobos banjir memang memiliki banyak risiko. Selain merusak Electronic Control Unit (ECU), rem mobil ternyata juga bisa mendadak terlalu pakem. Biasanya kondisi ini kerap terjadi pada mobil yang belum dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS). Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Seperti dilansir di laman msn.com, hal tersebut bisa terjadi karena tersapunya kotoran yang bersarang di kampas rem dan permukaan piringan cakram setelah mobil melewati genangan air.

Kotoran yang menempel pada permukaan piringan cakram dan kampas rem mobil hilang sehingga kinerja komponen tersebut secara tiba-tiba menjadi sangat optimal. Karena hal tersebut kerap terjadi dan tidak bisa dihindari, pengemudi disarankan untuk melakukan pengereman secara perlahan dan dimainkan beberapa kali sampai keadaan rem kembali normal. Cara ini bertujuan agar kampas rem dan piringan cakram tidak lengket lagi setelah terendam air.

Uniknya, genangan air tidak hanya bisa membuat rem mobil menjadi pakem berlebihan, tapi juga sebaliknya. Ada kasus di mana kepakeman rem mobil justru malah berkurang setelah melewati genangan air. Hal tersebut bisa jadi disebabkan karena kampas rem yang basah dan menjadi licin. Kalau sudah begini, cara paling ampuh untuk mencegah keduanya adalah dengan tidak menerobos banjir atau genangan air yang cukup tinggi. Memilih jalur yang lebih jauh sedikit tentu lebih baik daripada mobil kesayangan yang jadi korban. (E-002/BBS)***