Virus Corona Telah Membuat Virus Panik

21

BISNIS BANDUNG – Dalam menyikapi  sekaligus mengantisipasi masuknya virus Corona, Dinas Kesehatan  Jawa Barat  mempererat kerjasama   dengan pihak Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan tentunya beberapa rumah sakit. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu panik dengan merebaknya  sucpect Corona  di belahan dunai akhir-khir ini.

“Kami juga membentuk Tim Corona Jabar guna  berkoordinasi dan  memionta seluruh RSUD milik Pemprov Jabar menyiapkan fasilitas ruangan khusus bagi pasien yang membutuhkan,” tutur Kasi Surveylans Inmunisasi Dinkes Jabar, dr.Lukman Yanuar Rachman, MPH pada acara  Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung  Sate Bandung, Jum’at (31/1/20).

Luqman Yanuar mengungkapkan dalam menghadapi penyebaran virus Corona, Dinkes  berfungsi sebagai koordinatif.  “Dari RS Milik Provinsi seperti RS Al Ihsan kalau ada apa-apa biasanya lapor ke Dinkes, begitupun dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” katanya.

Koordinasi yang didapat dari RS Provinsi dan KKP tersebut yang nantinya  dikoordinasikan dengan seluruh dinas dan rumah sakit yang ada di kabupaten kota. Ketika ada pasien yang masuk ke dalam katagori orang dalam pemantauan, berarti pasien tersebut akan dipulangkan dari rumah sakit.

“Kita akan berkoordinasi agar pasien tersebut dipantau oleh teman-teman yang ada puskesmas kabupaten kota tempat di mana pasien tersebut tinggal,” ucapnya.

 “Kita akan menetapkan status pemantauan selama 14 hari, nanti ada apa-apa lapor. Misalnya ada perkembangan  baru, sehingga bisa segera diketahui untuk dikoordinasikan kembali,” ujarnya.

Nara sumber lain,  yaitu Tim Inspeksi Khusus RSHS, dr Anggraeni mengatakan wabah panik terjadi di Jawa Barat dengan adanya  dua warga  yang  menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin. Pasien  yang diduga virus Corona di RSHS itu negatif. Tidak terbukti virus korona melainkan  hanyalah virus panik.

Anggi –panggilan akrab dari Anggraeni menjelaskan yang dimaksud virus panik itu adalah yang punya riwayat bepergian ke luar negeri, apalagi ke negara china tempat dimana virus korona berkembang biak, panik. Tanya sana, tanya sini.

“Mereka yang pergi ke sananya bulan Oktober, bulan November bahkan yang pernah pergi ke China tahun sebelumnya juga ikut-ikutan panik,” katanya.

Padahal, wabah Corona itu baru terjadi beberapa minggu lalu, selain itu tim dokter seluruh Jawa Barat juga  membuat Whatapps Grup (WA Grup) agar dokter  yang ada  bisa bergerak satu barisan, dalam menangkal wabah korona.

Yang dilakukan dokter di  WA Grup tersebut adalah menjalankan amanat Kemenkes dan WHO yakni  menggolongkan pasien dalam empat kelompok besar. Yaitu pasien yang masuk kategori orang dalam pemantauan, orang dalam pengawasan, probability dan confirm.“Ada empat tahapan, ini penting diketahui terkait penanggulangan serta penanganan pasien,” katanya.(B-002)***