Bebas ODOL 2021 Di Jabar Ditandai Kesepahaman Pengusaha

24

Peraturan terkait beban angkutan (truk) sudah diterbitkan Kemenhub, namun pelanggaran over dimension dan over loading (ODOL) tetap  terjadi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai salah satu titik lemah yang menyebabkan hal itu adalah pengawasan.

Angkutan ODOL bisa berdampak pada sulitnya pengendalian kendaraan, terutama pada fungsi rem yang bisa membahayakan pengguna lalu lintas lain, hingga menimbulkan kecelakaan fatal seperti banyak terjadi sepanjang tahun ini.

Dalam rangka mendukung program Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat yang difasilitasi oleh Astra Isuzu Bandung, belum lama ini menyelenggarakan acara Sarasehan untuk memfasilitasi terwujudnya kesepahaman dalam menjalankan Komitmen Bersama “Menuju Jawa Barat Berkeselamatan dan Bebas ODOL 2021” yang  digelar di Astra Isuzu Bandung.

Sarasehan ini mendapat dukungan dari APM PT Isuzu Astra Motor Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia yang diikuti  150 orang peserta. Hasil saresehan ditandai dengan penandatanganan naskah komitmen bersama yang ditandatangani oleh asosiasi, organisasi, himpunan, perkumpulan pemilik barang dan pemilik angkutan barang .

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terwujud kesepahaman antara semua pihak terkait dan pengusaha angkutan barang dalam komitmen bersama Menuju Jabar Bebas ODOL  karena Jabar  menjadi jalur perlintasan penting dan  besar .

Banyaknya kecelakaaan yang terjadi, di antaranya selain disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak, juga disebabkan kendaraan angkutan barang yang over dimensi dan over kapasitas . Diperoleh keterangan, truk angkutan barang diduga telah melakukan pelanggaran dengan menambah panjang sasis sebagai upaya untuk menambah kapasitas angkut .

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Widya Wibawa mengemukakan, pihaknya mendukung program ODOL karena selalu dikaitkan dengan angkutan barang. Sosialisasi ODOL ke berbagai pihak dan lintas sektoral, diharapkan agar permasalahan lebih cepat terselesaikan.

“Aptrindo sangat mengapresiasi  Dishub yang sudah menginisiasi sosialisasi ODOL , sehingga ke depannya penegakan hukum bisa konsisten dan tidak tebang pilih,” tambah Widya .  ***