DPRD KBB  : Naker KCJB Agar Diawasi Pemkot Bandung Cek Guru Asal China

21

BISNIS BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta pihak berwenang untk melakukan  pengawasan bagi warga negara asing (WNA) asal Cina yang bekerja di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ketua DPRD KBB Rismanto mengatakan, bentuk pengawasan itu berupa pendataan medis pekerja, maupun aktivitas perjalanan pekerja . Terutama jika pekerja tersebut baru pulang dari negaranya.

“Pendataan dan pengawasan aktivitas pekerja asing di KBB harus ditingkatkan, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” kata Rismanto kepada wartawan , baru-baru ini di ruang kerjanya.

Berdasarkan data terakhir Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, proyek KCJB di wilayah KBB melibatkan 112  tenaga kerja asal Cina yang bekerja pada bagian teknis.

Pihaknya meminta agar dinas terkait melakukan koordinasi untuk mengantisipasi munculnya wabah virus  corona. “Langkah itu sebagai antisipasi kemungkinan muncul dan berkembangnya virus tersebut,” katanya.

Terkait permintaan larangan WNA China yang sudah pulang ke negaranya, untuk sementara tidak kembali  KBB, pihaknya  tidak bisa memberi komentar mengenai hal itu karena menyangkut kebijakan pusat,” ujarnya menjelaskan.

Meski demikian, ia meminta agar masyarakat tidak panik dan bisa menyaring berita di media sosial yang kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan.

Guru asal China

 Sementara itu Pemerintah Kota Bandung melakukan pengecekan sejumlah sekolah yang mempekerjakan tenaga pengajar  asal  China.
Berdasarkan hasil pengecekan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung , di antaranya ke sekolah Stamford School yang terletak di Jalan Citra Garden, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung , di sekolah ini terdapat empat orang tenaga pengajar asal China.

“Tenaga kerja (China) di sekolah ini sebanyak empat orang . Tapi sudah  dipemeriksa oleh pihak menajemen. Mereka semua telah diperiksa oleh pihak manajemen, Insya Allah keamanannya bisa dijamin,” ujar Kepala Disnaker Kota Bandung,  Arif Syaifuddin .
Arif mengatakan,  saat ini total  tenaga asal China di Kota Bandung  sebanyak 47 orang. Mereka bekerja tersebar pada bidang pendidikan dan perusahaan  di Kota Bandung.

(B-003) ***