Perdagangan dan Hubungan Bilateral Indonesia – China

22

MASIH sekitar wabah virus corona, Indonesia berencana menghentikan impor beberapa jenis produk China. Meskipun rencana itu masih dalam pembicaraan serius Kabinet Jokowi-Maruf Amin, timbul bebagai tanggapan, baik yang positif maupun negatif.Tentu saja yang pertama kali bereaksi ialah Pemerintah China. Melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Xiao Qian di Jakarta, China menyesalkan keputusanm Indonesia itu.

Xiao Qian mengatakan, penghentian impor produk China berdampak negatif terhadap hubungan perdagangan kedua negara bahkan dapat mengganggu hubungan bilateral China-Indonesia.  Ia mengatakan,  wabah virus corona jangan ditanggapi secara berlebihan. “Sampai sekarang belum ada bukti, virus corona dapat menular melalui barang produk China.,” katanya. Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saja tidak setuju dengan pembatasan perdangan dengan China hanya karena munculnya wabah virus corona. Ia meminta pemerintah Indonesia mempertimbangkan lebih saksama sebelum keputusan penghentian impor dari China itu dilaksanakan.

Apabila keputusan itu benar-benar dilaksanakan, China menilai, Inodensia berlaku overaakting dalam pencegahan penularan wabah corona. Seharusnya semua negara, termasuk Indonesia,  mau bekerjasama mencari jalan paling rasional menghentikan penularan corona.  Pemerintah China tengah berusaha keras mencegah meluasnya penularan corona. Namun tidak dengan menetapan Wuhan sebagai daerah tertutup atau sebagai kota mati. China dalam tempo hanya sembilan hari membangun rumah sakit supercanggih di Wuhan untuk menanggulangi dampak corona.

Di lain pihak, banyak orang di Indonesdia yang beranggapan, keputusan penghentioan impor produk China merupakan tindakan yang cukupn berani. Semua tahu, selama ini Indonesia mengimpor segala jenis barang terbesar dari China.  Senaliknya China juga merupakann negara utama penerima ekspor Indonesia. Masuknya barang dari China, sedikitnya dirasakan mengganggu pasar produk (UKM) domestik. Barang produk domestik terrdesak dan kalah bderasing dengan produk China, selain kualitasnya berstandar internasional, harganya jauh lebih murah dibanding produk dalam negeri.

Banyak negara yang tidak bersedia mengimpor barang Indonesia karena pasarnya sudah teirisi penuh dengan produk China.  Karena itu penghentian impor dafri China akan memicu produktivitas nasional teruitama di pasar domestik. Presiden Jokowi secara optimistis mengatakan, penghentian sementara impor beberapa jenis barang dari China akan menemui ceruk pasar baru untuk ekspor. Para pengusaha nasional dapat mengisi pasar yang kosong yang biasanya diisi produk China.

Kalangan pengusaha nasional menyambut baik rencana pemerintah itu. Hal ini merupakan peluang besar bagi bangkitnya perushaan nasional terutama UKM dan koperasi. Bahwa keputusan itu akan mengganggu hubungan kemitraan China-Indonesia, hendaknya pemerintah China tidak berlebihan menaggapinya. Impor barang dari China itu bersifat sementara dan terbatas pada barang yang diduga dapat menjadi pengangtar meluasnya wabah corona. Indonesia tidak punya niat mengganggu hubungan mesra China-Indonesia. Sebaliknya, China justru sering kali mengintervensi kedaulatan NKRI dengan mengkalim Natuna di Kepuilauan Riau sebagai miliknya.

Adalah hak dan kewajiban Indobnesia menjaga keselamatan masyaratnya dari paparan virus corona. ***