Diduga Kelalaian Kontraktor Jembatan Kontruksi Anggaran 5,8 Miliar Ambruk

27

Jembatan penghubung antar desa senilai lima miliar delapan ratus juta rupiah, di Kabupaten Cianjur, ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ambruknya jembatan yang molor pengerjaannya ini, terjadi diduga akibat kelalaian dari pihak kontraktor.

Beginilah kondisi jembatan besi sepanjang empat puluh meter yang ambrukĀ  di kampung Cikadu, desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur Kota, Kabupaten Cianjur. Jembatan yang menghubungkan dua desa yakni desa babakan karet dan kelurahan bojong herang tersebut, seharusnya sudah selesai pengerjaannya pada bulan desember dua ribu sembilan belas lalu. Kini malah ambruk menyisakan patahan besi di sisi kali cibalagung. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, karena jembatan ambruk terjadi pada sore hari saat para pekerja sudah pulang.

Menurut kesaksian warga setempat, sebeleumnya terdengar suara besi berjatuhan di sekitar lokasi pembangunan jembatan. Saat dilihat ke lokasi, jembatan kontruksi tersebut ambruk ke dasar sungai cibalagung.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat, atau PUPR, Kabupaten Cianjur, kasus ambruknya jembatan dengan anggaran lima miliar delapan ratus juta rupiah yang menggunakan dana APBD ini, terjadi akibat unsur kelalaian pihak kontraktor saat teknis pemasangan besi penyangga. Pihak pupr sudah menegur PT Yambala Indonesia selaku kontraktor untuk segera menyelesaikan kembali pembangunan jembatan yang ambruk dengan memberikan penambahan hari kerja.

Sementara itu pihak kontraktor pun berjanji kepada pihak PUPR akan segera merampungkan pekerjaannya. Jika menyalahi aturan dan perjanjian, PUPR Cianjur akan memberikan sanksi kepada pihak kontraktor.

Heri Setiawan, Bandung TV.