Mengembangkan Potensi Wisata Desa Manfaatkan Kontur Alam

18

BISNIS BANDUNG –  Masa  libur panjang , banyak warga masyarakat mengisi waktu leburnya dengan berkunjung ke tempat  wisata yang sudah diagendakan sebelumnya atau obyek yang direkomendasikan sahabat yang pernah berkunjung ke satu lokasi daerah wisata yang memiliki daya tarik dan patut dikunjungi.

Tempat wisata di Desa Sukajadi Kecamatan Wado Sumedang salah satunya yang akhir-akhir ini banyak dikunjungi wisatawan. Pemerintah Desa Sukajadi Kecamatan Wado mengembangkan area perkebun teh menjadi objek wisata alam. Perkebunan teh dengan luas sekitar 7 hektar ini, disulap menjadi tempat wisata bagi masyarakat dengan membangun tempat swafoto .

Selain tempat swafoto, di area ini fasilitas pendukung lainnya tersedia, antara lain Mushola, MCK, Saung Lesehan untuk beristirahat dan berkumpul pengunjung jika datang bersama angota keluarga serta fasilitas lainnya yang bisa digunakan  para pengunjung.

Kepala Desa Sukajadi, Dede Suhendar mengatakan, area yang dijadikan tempat wisata tersebut merupakan lahan milik Dinas Perkebunan Kabupaten Sumedang.
“Makannya tempat wisata ini kita namakan Disbun Sukajadi. Selain kebun teh, disini juga terdapar kebun kopi. Sebagai modal awal untuk mengembangkan objek wisata ini, pihaknya mengeluarkan dana sebesar Rp10 juta,” ujar Dede.

Dikemukakan Dede, terkait pengelolaan obyek wisata ini, pihaknya berdayakan para pemuda desa dan Karang Taruna. Tujuannya kita ingin memberikan kegiatan yang positif, dan memberi  penghasilan

Menurutnya, objek wisata Disbun Sukajadi yang terletak di lereng Gunung Cakrabuana  memiliki potensi  untuk dikembangkan. Sebab, alamnya  masih asri dengan udara pegunungan yang sejuk. Di sekitar area Disbun Sukajadi  terdapat air terjun yang dikenal dengan nama Curug Cakra. Daerah ini ramai dikunjungi pada setiap hari Sabtu dan Minggu serta hari libur panjang.

Dede menyebut, pihaknya masih akan mengembangkan tempat wisata ini,  terutama untuk areal parkir kendaraan. Obyek ini  meski dikelola oleh Karang Taruna, namun pengunjung  tidak dipungut tiket masuk yang besarnya ditentukan. Tapi pengunjung memberi alakadaranya.

“Pengunjung yang memberi alakadarnya antara Rp 2.000 –  Rp 3.000. Untuk mengembangkan  obyek wisata ini, kami berharap ada bantuan dari Pemda Sumedang.  Obyek wisata ini, selain bisa meningkatkan pendapatan  daerah,juga meningkatkan  ekonomi masyarakat  desa karena mereka juga ikut berperan aktif dalam mewujudkan pengembangan daerahnya untuk bisa maju, dalam perekonomian maupun dalam pertaniannya, “ujar Dede mengemukakan harapannya. (E-010)***