Pengolahan Sampah Plastik Akan Dimulai Di 5 Lokasi Di JABAR

8

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, lima lokasi di JABAR akan menjadi tempat pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar dalam skala industri. Ridwan Kamil menargetkan, pembangunan lokasi tersebut dimulai pada pertengahan tahun 2020. Dua lokasi pun dinyatakan paling siap untuk pengolahan tersebut, yaitu Sarimukti dan Bogor.

Bekerjasama dengan investor, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan mengembangkan potensi sampah plastik menjadi bahan bakar dalam skala industri. Lima lokasi diputuskan menjadi tempat pengolahan tersebut, yaitu cekungan Bandung di Sarimukti, Bogor, Bekasi Kerawang, Ciayumajakuning, dan Tasikmalaya. jika hal tersebut berhasil sebelum tahun 2023, jabar akan menjadi provinsi pertama di asia tenggara yang mempunyai sistem pengolahan sampah plastik.

Sementara itu, menurut Ridwan Kamil, TPPAS legok nangka dalam tahap finalisasi lelang. Dirinya menyatakan, dalam minggu-minggu ini akan keluar surat penyertaan modal dari kementerian keuangan untuk segera diproses lelang. Tempat pengolahan sampah selain di legok nangka diperlukan, karena berdasarkan studi yang dilakukan ITB, legok nangka hanya bisa mengelola setengah dari sampah yang ada. Dengan begitu, sarimukti harus tetap berfungsi, tetapi dengan sistem berbeda yaitu waste to energy. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bambang Rianto pun menyatakan, setidaknya ada 20 hektar lahan perhutani di Sarimukti yang sudah diproses untuk TPPAS tambahan.

Total sampah plastik yang akan diolah di Bogor dan Bandung Raya mencapai 50 ribu ton pertahun. Sedangkan investasi total perlokasi mencapai 750 milyar rupiah.

Budi Hartati, Bandung TV.