Bio Teknologi, Lalat Tentara Pengurai Sampah

15

Sampah bagi kebanyakan orang merupakan sesuatu yang tidak berharga, tetapi bagi seorang peternak lalat tentara hitam atau black soldier fly asal Cililin, sampah organik menjadi penting untuk  budidaya lalat tentara hitam. Dengan adanya black soldier fly ini, dipastikan dapat menjadi biokonversi dari permasalahan limbah sampah organik yang menjadi polemik setiap daerah dapat teratasi.

Inilah lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF), yang mampu mengurai limbah sampah organik melalui meget, larvanya. Meget berasal dari tetasan telur lalat tentara hitam atau BSF. Budidaya BSF ternyata dapat mengubah limbah sampah organik menjadi sebuah keuntungan baik untuk masyarakat maupun pemerintah. Pasalnya modal untuk budidaya black soldier fly tidak terlalu mahal dan sangat mudah dilakukan jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Untuk lebih mengembangkan dan mengatasi permasalahan sampah khususnya di Bandung raya, seorang pria asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Teguh Gunadi, berhasil mengembangkan sekaligus mendirikan sebuah tempat pelatihan gratis BSF bagi masyarakat umum yang ingin membudidayakannya, yang berada di jalan Mahmud, Margaasih, Kabupaten Bandung. Untuk pakan 400 gram yang berasal dari limbah sampah organik kering yang telah direcah itu berasal dari satu kilo sampah. Dengan demikian, untuk satu meter persegi yang berisi 50 kilogram meget, membutuhkan sepuluh kilogram sampah organik yang sudah dikeringkan atau ditreatment. Teguh menuturkan bahwa dari budidaya BSF ini, dirinya bisa menghasilkan 30 juta/ bulan. Bahkan dirinya bisa mengekspor magot kering ke Inggris. Selain itu, dirinya juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar lokasi budidaya.

Teguh berharap Pemerintah daerah khususnya Kabupaten Bandung dapat melakukan budidaya black soldier fly, sehingga kedepannya sampah dapat dikurangi dengan maksimal. Apalagi di Kabupaten Bandung banyak komunitas budidaya black soldier fly. Selain itu, dirinya juga berharap Pemerintah Daerah dapat bersinergi dengan komunitas, dalam rangka penanganan sampah yang tidak hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menyelesaikan permasalahan sampah tersebut hingga akhir.

 

Algi Muhamad Gifari, Bandung Tv