Bupati : Hati hati Dalam Berhutang Prihatin Berakhir Dengan Pembunuhan

1184

BISNIS BANDUNG – Bupati Bandung H. Dadang M. Nasser prihatin terhadap kasus pembunuhan yang menimpa salah satu warganya akibat kasus hutang piutang. Berdalih menolong , tapi mencekik . Bupati mengingatkan seluruh masyarakat, agar tidak terlibat hutang piutang apalagi kepada rentenir.

“Saya imbau kepada seluruh warga, hati-hati kepada siapa kita berhutang. Awalnya manis berdalih menolong, padahal pinjaman yang harus diekmablikan bunga berbunga dan akhirnya mencekik,” Bupati menegaskan hal itu Naser usai shalat Jum’at di Masjid Al Fathu Soreang, pekan lalu.

Maraknya praktik rentenir atau  apapun sejenisnya, menurut Bupati tidak membutuhkan penerbitan peraturan daerah (Perda). Karena dalam ajaran agama Islam, sudah jelas mengharamkan praktik tersebut.

“Kalau surat himbauan atau edaran kepada aparat desa dan kecamatan, itu sangat bisa. Tapi intinya bukan sekedar edaran, seluruh pihak harus Sabilulungan memberi keyakinan dan penjelasan. Jangan main-main dengan hal-hal yang berlawanan dengan agama, karena pasti berujung pada subhat dan madharat,” ungkap Bupati.

Pemerintah sudah menyediakan jalur bagi warga yang membutuhkan pinjaman, yaitu melalui bank resmi. Ia meminta bank resmi agar pro aktif mengikis keberadaan bank emok (istilah untuk rentenir) dengan mempermudah persyaratan pinjaman.

“Selain itu saya imbau pula untuk seluruh bank konvensional, niatkan bertransaksi secara syari’ah. Niatnya itu yang harus diaplikasikan dalam sistem perbankan. Ada kekeluargaan, pola bayar, cicil, bagi hasil. Innamal a’malu binniyat, itu yang penting,” tutur Dadang Naser.

Bupati mengingatkan kepada pelaku praktik rentenir. “Jangan membuat bank gelap, bank emok atau usaha haram berkedok koperasi. Carilah bisnis yang benar, bisnis sektor riil,” pungkas Bupati. (B-003) ***