300 Insan Film Lokal Ikut Workshop Virtual Bareng Netflix

177

Netflix baru saja menggelar workshop virtual membahas proses pascaproduksi di layanannya. Lebih dari 300 insan perfilman lokal berpartisipasi di acara ini.

Mereka belajar mengenai manajemen pascaproduksi, lokalisasi, proses penyuntingan gambar dan suara, hingga manajemen aset. Workshop ini merupakan rangkaian kerja sama Netflix dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat Program Pengembangan Kapasitas Kreatif Insan Perfilman Indonesia.

“Kami berbahagia dapat bermitra dengan Netflix yang telah membagi praktik terbaik tentang proses pascaproduksi di Netflix untuk meningkatkan kapasitas komunitas kreatif lokal,” tutur Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (28/8/2020).

Menurut Hilmar, Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan cerita luar biasa untuk dinikmati penonton global. Karenanya, dia berharap program ini dapat menghasilkan konten berkualitas yang diproduksi dengan standar kelas dunia untuk mempromosikan budaya Indonesia.

Netflix sendiri mengatakan pihaknya memanfaatkan teknologi untuk mendukung penceritaan yang luar biasa, tapi sekaligus tetap melindungi visi kreatif para kreator. Oleh sebab itu, pengguna Netflx dapat menonton hasil akhir dengan suara dan kualitas gambar optimal di perangkat apapun.

“Kami percaya ada lebih banyak lagi cerita hebat yang dapat ditemukan di Indonesia dan kami ingin memainkan peran kami dengan cara membagikan praktik-praktik pascaproduksi terbaik kepada komunitas kreatif lokal sehingga mereka dapat membuat cerita Indonesia yang terbaik di kelasnya,” tutur Director Post Production APAC Netflix, Gavin Barclay.

Sejak kehadirannya di Indonesia, Netflix memang sudah menaruh kepercayaan pada sineas lokal melalui beragam bentuk kerja sama dengan mitra lokal, seperti Starvision, Falcon Pictures, Visinema Picture, Lifelike Pictures, MILES Films, dan BASE Entertainment.

Baru-baru ini, Netflix juga telah menandatangani kerja sama produksi dua film Indonesia yang rencananya akan tayang di 2021. Lalu, ada pula sejumlah lisensi untuk tayangan lokal.

Awal tahun ini, Netflix memang mengumumkan akan mengadakan program pelatihan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang perfilman. Inisiatif ini juga didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Lewat kemitraan ini, Netflix akan memberikan pelatihan yang berfokus pada pengembangan kemampuan kreatif, termasuk penulisan naskah dan proses pascaproduksi. Tidak hanya itu, ada pula pelatihan di bidang keamanan online, termasuk tata kelola industri kreatif.

“Melalui program ini, kami akan bermitra dengan kreator lokal dan pengambil kebijakan untuk memperkenalkan indonesia ke dunia melalui cerita,” tutur Managing Director Netflix Asia Pacific, Kuek Yu-Chuang.

Inisiatif ini pun disambut baik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurut Nadiem, inisiatif ini dapat mengembangkan talenta film di Indonesia.

“Kemitraan yang kami luncurkan ini hanya merupakan tahap pertama dari sebuah program kebudayaan yang inovatif, yang fokus pada menunjukkan kehebatan talenta industri. Tidak hanya perfilman, tapi berbagai macam kebudayaan di Indonesia ke panggung dunia,” tuturnya.

Selain itu, mengingat film mempunyai format unik yang dapat dikonsumsi secara digital di beragam kanal distribusi, talenta dan kebudayaan Indonesia juga bisa dikenal di dunia internasional.

Untuk diketahui, dalam inisiatif ini, Netflix berkomitmen untuk berinvestasi USD 1 juta (Rp 14 miliar). Jumlah itu akan digunakan untuk mendanai seluruh kegiatan dalam inisiatif ini.

Untuk sekarang, detail mengenai kerjasama ini masih akan dibahas lebih lanjut antara Netflix dengan Kemendikbud. Program ini nantinya juga akan mengundang insan film Indonesia ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan tim kreatif Netflix, termasuk anggota komunitas lain.(C-003/Why)***