4 Cara Mencegah Kejahatan Siber

107
4 Cara Mencegah Kejahatan Siber

SEBAGAI salah satu pengguna internet dan smartphone terbesar di dunia, Indonesia tak luput dari sasaran kejahatan berbasis teknologi atau Cybercrime. Pada tahun 2018 lalu, Indonesia bahkan masuk peringkat ke-9 dari 157 negara yang terdeteksi banyak mendapat serangan kejahatan siber.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, kejahatan siber yang bermotif finansial banyak menargetkan pada aplikasi e-commerce, investasi, dan sistem pemrosesan data keuangan online. Ancaman kejahatan siber sektor finansial menjadi paling berbahaya karena dampaknya langsung mengakibatkan kerugian finansial bagi para korban.

Oleh karena penting setiap pengguna internet dan smartphone mengetahui cara menjaga keamanan akun dan perangkat smartphone. Berikut 4 cara mencegah kejahatan siber dengan keamanan digital pribadi dikutip dari berbagai sumber:

  1. Keamanan Email

Sekarang ini, email menjadi hal yang wajib dimiliki setiap pengguna smartphone. Tidak hanya untuk keperluan mengirim dan menerima pesan tetapi juga berguna sebagai penghubung dengan berbagai aplikasi, termasuk aplikasi e-commerce, investasi dan perbankan. Jadi, jangan heran kalau email kerap menjadi sasaran utama para hacker dan tindakan Cybercrime.

Beberapa cara mudah untuk menjaga keamanan informasi email :

Lakukan pengecekan virus yang ada di komputer dan smartphone  secara rutin

Waspada dengan dengan social engineering yang dilakukan melalui email

Lindungi kata sandi

Selalu lakukan update OS dan aplikasi

Hindari menggunakan software/aplikasi bajakan

  1. Keamanan Akun Media Sosial

Orang-orang semakin gemar menggunakan media sosial sebagai media komunikasi dan berekspresi. Namun tanpa disadari telah membagikan informasi tentang teman, keluarga, dan kontak  yang bisa dilihat siapa saja. Informasi ini dapat digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya rekayasa sosial.

Beberapa cara untuk membantu menjaga keamanan informasi dan akun media sosial:

Batasi informasi pribadi yang Anda publikasikan di sosial media, seperti nama anak, nama sekolah, nama hewan peliharaan, dan lain-lain. Karena informasi pada profil utama kamu dapat menjadi jawaban untuk memeriksa pertanyaan yang digunakan untuk otentikasi.

Laporkan aktivitas mencurigakan atau spam ke situs media sosial yang digunakan untuk mengontak Anda. Spam dapat muncul dalam bentuk posting, pesan, email, atau permintaan pertemanan.

Ganti kata sandi dan laporkan aktivitas mencurigakan jika  merasa seseorang telah mengakses akun Anda.

Jika Anda yakin sedang menjadi target di platform media sosial apa pun, segera laporkan media sosial tersebut. Facebook, LinkedIn, Twitter, Snapchat dan Instagram memberikan instruksi spesifik tentang cara melakukannya.

  1. Sim Swap Fraud

Sim Swap Fraud merupakan tindakan menduplikasi SIM Card seseorang ke SIM Card baru, untuk memperoleh data-data penting korban, terutama data perbankan.

Beberapa cara untuk menghindari SIM SWAP:

Waspada apabila ada telepon atau SMS permintaan untuk mematikan ponsel sementara, mengetikkan suatu kode khusus di ponsel, atau menanyakan data-data pribadi.

Segera hubungi operator seluler apabila layanan komunikasi ponsel tiba-tiba tidak berfungsi, seperti tidak dapat melakukan dan menerima panggilan atau SMS.

Jangan mempublikasikan nomor ponsel di media sosial. Gunakan nomor yang berbeda untuk aktivitas perbankan.

Lindungi data-data pribadi perbankan, seperti User ID, kata sandi, PIN, OTP, dan informasi lainnya.

  1. Keamanan Smartphone

Kecanggihan smartphone telah membuat hidup jauh lebih mudah dan praktis. Karena dapat melakukan transaksi perbankan cukup dengan aplikasi mobile banking. Namun smartphone juga dapat melacak identitas, lokasi di mana Anda berada, dan informasi tentang teman, keluarga, dan kontak Anda. Ini dapat membuat Anda dan perangkat Anda menjadi target utama peretas.

Beberapa langkah mudah untuk menjaga keamanan informasi :

Pasang kata sandi/keamanan tambahan pada ponsel.

Sebagai langkah awal keamanan, lindungi ponsel Anda dengan menggunakan kata sandi 6 angka ataupun menggunakan biometric (fingerprint/face ID). Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak.

Lihat kembali aplikasi-aplikasi yang ada di ponsel.

Pastikan semua aplikasi yang ada, aman & di-download dari store resmi. Hindari mengunduh aplikasi perbankan dari web ataupun link yang tidak resmi.

Hindari menggunakan device yang sudah di-jailbreak atau rooted.

Untuk meningkatkan literasi masyarakat, termasuk literasi digital, salah satu bank ternama dan tertua ke-4 di Indonesia meluncurkan Gerakan #LawanTipu2Online. Melalui gerakan ini, Bank yang telah beroperasi di 18 negara di dunia ingin mengajak masyarakat Indonesia bisa lebih cerdas, berhati-hati dan waspada dalam melakukan transaksi online.

Untuk menghindarkan masyarakat dari berbagai upaya cybercrime, secara aktif mendistribusikan materi edukasi literasi digital kepada nasabah melalui e-mail, pesan instan, website, instagram dan Youtube Channel. Selalu waspada kejahatan siber dan dukung gerakan #LawanTipu2Online. (C-003/BBS)***