4 Kunci Percepatan Gaya Hidup Digital

217

PEMERINTAH menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan abad 21 dan mampu berpikir maju memanfaatkan teknologi untuk mempercepat transformasi digital serta memasuki era industri digital.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti menyatakan akselerasi transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo berupaya mengembangkan pelatihan untuk mengikis kesenjangan keahlian digital sumber daya manusia di Indonesia.

“Dalam industri digital ini tidak hanya membutuhkan kemampuan hard skills saja tetapi juga butuh dilengkapi dengan soft-skill, atau sering disebut sebagai 21st Century Skills,” katanya di Jakarta.

Niken menyatakan keahilan digital di Abad 21 mencakup empat kompetensi yang dibutuhkan untuk percepatan transformasi digital di Indonesia.

“Saya pun menyebutnya sebagai 4C, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, serta Communication. Kombinasi dari kecakapan-kecakapan inilah yang paling dibutuhkan untuk akselerasi transformasi digital menuju digital society diIndonesia,” tandasnya.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai Percepatan Transformasi Digital, Sekjen Kementerian Kominfo menyatakan saat ini terus mengembangkan roadmap transformasi digital.

Menurutnya, Kementerian Kominfo mengembangkan tiga pendekatan untuk pengembangan sumberdaya manusia digital di Indonesia. Di level menengah, melalui Program Digital Talent Scholarship, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo mengadakan pelatihan gratis untuk membekali anak muda dengan keahlian yang dibutuhkan industri.

“Seperti Big Data Analytics, Cybersecurity, Cloud Computing, Web Developer, Cyber Operations, Data Analyst, Digital Marketing, Graphic Designer, IT Perbankan, IT Project Management, dan Smart City,” tuturnya.

Sekjen Niken menyatakan ada pula pendekatan dasar melalui literasi digital dalam program Gerakan Nasional Literasi Digital yang biasa dikenal sebagai Siberkreasi. Selain itu Digital Leadership Academy yang membutuhkan para stakeholders dengan keahlian yang lebih tinggi seperti pada level Chief-Level Practitioner, Degree Holder, dan Expert Level. Ini adalah untuk advance digital skill yang juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan global.

Baca Juga :   Indonesia Kekurangan Wirausaha

“Nah DTS ini pada level intermediate atau level untuk upskilling atau peningkatan kecakapan yang telah dimiliki maupun reskilling atau pelatihan kecakapan baru untuk sumber daya manusia bidang digital,” tandasnya.

Tahun ini, Program Digital Talent Scholarship 2020 memberikan beasiswa pelatihan intensif bagi lebih dari 50.000.

“Ini bagian program pembangunan prioritas nasional, dan ditujukan untuk masyarakat umum, utamanya angkatan kerja muda hingga aparatur sipil negara di bidang teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa di era Industri 4.0,” tuturnya. (C-003/dni)***