5 Negara dengan Dana Abadi Terbesar di Dunia

316

BISNIS BANDUNG – Indonesia telah resmi memiliki lembaga untuk mengelola Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana abadi, yakni Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) pada awal tahun ini.

Keputusan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk memiliki insitusi yang tugasnya mengelola dana abadi dapat dibilang cukup terlambat mengingat negara lain telah memilikinya sejak lama.

Kendati demikian, Jokowi yakin Indonesia bisa mengejar ketertinggalan tersebut.

“Walaupun lahir belakangan, dan tidak ada kata terlambat. Saya meyakini, INA mampu mengejar ketertinggalannya. Dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional,” kata Jokowi seperti yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Februari silam.

Maka dari itu, beberapa negara di dunia tercatat memiliki LPI dengan akumulasi dana yang besar.

Berikut ini 5 negara dengan akumulasi dana abadi dalam jumlah yang besar berdasarkan data dari SWF Institute per Januari 2021.

  1. Norwegia

Lembaga pengelola dana abadi di Norwegia diberi nama Government Pension Fund Global (GPFG). GPFG merupakan lembaga pengelola dana abadi terbesar di dunia dengan total aset mencapai 1,1 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp16,1 kuadriliun.

Berdiri sejak 1990, dana abadi GPFG didapat dari surplus pemasukan dari sektor perminyakan Norwegia. Selain itu, GPFG juga memegang investasi real estat dan pendapatan tetap di Norwegia.

Pengelolaan GPFG sendiri berada langsung di bawah Menteri Keuangan Norwegia.

  1. Tiongkok

Tiongkok menjadi negara yang memiliki pengelola abadi dalam jumlah besar dalam lembaga bernama China Investment Corporation (CIC).

CIC diketahui memiliki total aset mencapai 1,05 triliun dolar AS atau senilai Rp15,05 kuadriliun dan menjadikannya sebagai LPI dengan jumlah dana abadi terbesar kedua di bawah Norwegia.

Baca Juga :   Hari Pertama Masuk Kerja, BKPP Kabupaten Bandung Lakukan Sidak

Berdiri sejak 2007, CIC berinvestasi dalam jangka panjang pada aset-aset milik publik dan swasta di seluruh dunia dengan tujuan mendiversifikasi kepemilikan valuta asing negara.

  1. Uni Emirat Arab

Uni Emirat juga memiliki lembaga yang khusus mengelola dana abadi dengan nama Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

Terbentuk sejak 1976, ADIA kini memiliki total aset sebesar 579,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp8,34 kuadriliun dan menjadikannya sebagai LPI dengan dana abadi terbesar nomor tiga di dunia.

Jumlah dana abadi yang besar tersebut sebagian besar datang dari sektor perminyakan di Abu Dhabi.

  1. Hong Kong

Hong Kong memiliki lembaga pengelola abadi yang diberi nama Hong Kong Monetary Authority Investment Portfolio (HKMA IP).

HKMA yang berdiri sejak 1935 berada di bawah pengelolaan Otoritas Moneter Pemerintah Hong Kong dan kini memiliki aset mencapai 576 miliar dolar AS atau sama dengan Rp8,28 kuadriliun.

Total aset itu menempatkan HKMA IP sebagai pengelola dana abadi dengan jumlah terbesar nomor empat di dunia, di bawah Norwegia, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab.

Adapun investasi utama HKMA IP adalah di pasar obligasi dan ekuitas negara-negara yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan. Untuk alokasinya adalah sebesar 71 persen obligasi dan 29 persen ekuitas.

  1. Kuwait

Lembaga pengelola dana abadi di Kuwait diberi nama Kuwait Investment Authority (KIA). KIA terbentuk sejak 1982 guna mengelola pendapatan pemerintah, terutama yang berasal dari kelebihan pemasukan cadangan minyaknya.

Dana abadi tersebut diciptakan untuk mengurangi ketergantungan Kuwait pada minyak. Sampai saat ini, total dana abadi yang dikelola KIA mencapai 533,7 miliar dolar AS atau hampir Rp7,7 kuadriliun. (C-003/BBS)***

Baca Juga :   Delapan Manfaat Bangun Pagi Bagi Kesehatan