50 % Wilayah Jabar Masih Zona Merah Kasus Covid-19

11
50 % Wilayah Jabar Masih Zona Merah Kasus Covid-19

BISNIS BANDUNG– Hasil  evaluasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi  Jabar ternyata  masih sekitar 50 persen daerah berada di zona merah.  Dan sisanya  dalam zona kuning dan zona biru.
“PSBB Jabar sudah mau 14 hari selesai, evaluasinya menghasilkan ada sekitar 50 persen daerah masih zona merah, 30 persen sudah membaik menjadi zona kuning, dan ada sekitar empat daerah menjadi zona biru. Ini akan diputuskan Rabu (19 Mei 2020), PSBB skala provinsi akan dilanjutkan dengan skala proporsional,” jelas Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam siaran persnya di Bandung, Minggu (17/5/2020).
Dalam rapat secara daring atau online yang  dihadiri Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum ini,  gubernur mengatakan bahwa evaluasi dilakukan berdasarkan kajian oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar.
Nantinya, kata Emil, hasil evaluasi bisa menjadi rujukan bagi 27 kabupaten/kota di Jabar untuk menentukan kelanjutan PSBB di wilayahnya.
“Hasil evaluasi ilmiah ini menjadi dasar keputusan bapak/ibu (bupati/wali kota) semua apakah akan melanjutkan PSBB di level kabupaten/kota masing-masing atau ada penyesuaian-penyesuaian,” katanya.
Ia menjelaskan daerah zona merah, artinya ditemukan kasus COVID-19 pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus yang signifikan dan bisa dilakukan PSBB penuh pada daerah tersebut.
Daerah zona kuning, artinya ditemukan kasus COVID-19 pada klaster tunggal dan bisa dilakukan PSBB parsial.
Sedangkan  zona biru berarti ditemukan kasus COVID-19 secara sporadis, baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal, di mana daerah dengan zona ini perlu dilakukan physical distancing.
“Nanti tidak semua, 27 kabupaten/kota, melaksanakan PSBB, tapi akan diserahkan kepada kepala daerah. Apakah zona merah yang 50 persen ini akan melanjutkan (PSBB), apakah zona kuning dan zona biru kemungkinan tidak akan melanjutkan PSBB dalam skala penuh. Jadi, Jabar akan melanjutkan PSBB skala parsial, proporsional sesuai dengan situasi di daerah masing-masing,” katanya.(B-002)***