6 Kreator Berbagi Inspirasi Ramadan di Twitter

260

RAMADAN kali ini tidak dimungkiri berbeda dari tahun lalu. Alasannya, di tengah pandemi Covid-19, masyarakat harus beradaptasi dengan melakukan pembatasan aktivitas untuk mengurangi penyebarannya.

Namun di tengah kondisi itu, Twitter menjadi tempat masyarakat berbagi ilmu dan beragam cara kreatif untuk menjalin komunikasi dengan sesama. Untuk itu, Twitter merangkul enam kreator konten untuk berbagi inspirasi dan semangat selama menjalankan Ramadan di Rumah.

Dalam keterangan resmi dari berbagai sumber, Senin (11/5/2020), kreator konten yang digandeng Twitter adalah Ika Natassa (@ikanatassa), Si Juki (@JukiHoki), Anto Motulz (@motulz), Pio Kharismayongha (@piokharisma), Putu Aditya Nugraha (@commaditya), dan Strimingin (@strimingin).

Mereka akan berbagi kisah inspirasi yang sesuai dengan keahliannya masing-masing di Twitter. Misalnya, Ika Natassa, penulis yang dikenal dengan karya novelnya, seperti Antologi Rasa dan Twivortiare, kerap berbagi cerita lewat jurnal mingguan.

Sementara Si Juki, karakter komik karya Faza Ibnu Ubaidillah yang lebih dikenal nama Faza Meonk banyak menceritakan pengalamannya saat Ramadan di Rumah. Dia berbagi lewat gambar jenaka yang ada di twit setiap minggu.

Adapun Anto Motulz banyak mengunggah guratan sketch yang menyuarakan keindahan alam dan interaksi manusia dengan sesamanya. Lewat sketch, ia bercerita mengenai kegiatan positif yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan ini.

Lalu ada Pio Kharismayongha yang dikenal sebagai fotografer profesional, yang sering berbagi tips dan karyanya di Twitter. Dia menyukai foto human interest karena setiap manusia memiliki banyak cerita dan membagikannya di linimasa Twitter.

Kemudian Putu Aditya Nugraha biasa berbagi tentang hobinya di bidang musik. Terakhir, Strimingin dalam beberapa minggu ke depan akan mengadakan siaran langsung untuk berbagi kisah dan keseruan.

Tidak hanya itu, meski Ramadan tahun ini berbeda, Twitter tetap menjadi tempat bagi warganet berbagi konten seru dan inspiratif. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah tagar yang diunggah oleh sejumlah warganet.

Salah satunya adalah tagar Di Rumah Aja. Sesuai namanya, tagar ini berisi inspirasi bagi warganet mengetahui tips membersihkan atau mengatur kamar menjadi lebih nyaman.

Ada pula kicauan dengan tagar buka puasa dan sahur. Dengan dua tagar ini, warganet bisa mencari inspirasi menu untuk menemani waktu berbuka puasa dan di saat sahur.

Terakhir, Ramadan tahun ini, tagar Sawityotwit kembali menjadi trending. Di awal bulan Ramadan, Deddy Manhendra Desta (@desta80s) memulai tagar ini dengan memberikan tebak-tebakan yang memiliki tema berbeda setiap hari.

Terlepas dari program seperti program yang disebutkan di atas, untuk menangkal bullying (perundungan) dan pelecehan di platform miliknya, Twitter belum lama ini menguji sebuah fitur baru.

Mengutip Engadget yang dilansir Merdeka.com, Twitter akan memberi peringatan pada pengguna apakah mereka ingin “memikirkan kembali” balasan mereka sebelum menekan tombol Tweet, khusus untuk cuitan yang berpotensi ofensif (kasar).

“Guna membuat pengguna memikirkan kembali cuitan balasan, kami menjalankan eksperimen terbatas di iOS dengan konfirmasi yang memberi pengguna opsi untuk merevisi balasan sebelum dipublikasikan, jika mereka menggunakan bahasa yang berpotensi berbahaya,” tulis Twitter dalam rilisnya.

Fitur ini akan mencari kata-kata yang serupa dengan kata-kata yang sebelumnya telah dilaporkan. Jadi jika ada perkataan kasar, tentu fitur ini akan aktif.

Twitter sendiri adalah platform di mana bully dan pelecehan tumbuh subur di dalamnya. Berbagai fitur diuji coba untuk meningkatkan “kesehatan percakapan” dalam berinteraksi. (C-003/Why)***